JAKARTA-KEMPALAN: Bank terbesar di Amerika Serikat yang bergerak dalam investasi dan jasa keuangan, JPMorgan Chase, pada minggu ini melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada karyawannya yang berada di divisi kredit pemilikan rumah (KPR). Tidak hanya itu, JPMorgan juga memindahkan ratusan pegawainya ke divisi lain.
Ada total karyawan lebih dari 1.000 pekerja di Amerika Serikat yang terkena dampak dan setengahnya pindah ke divisi yang berbeda.
JPMorgan melakukan PHK karena adanya sentimen negatif yang besar yang memengaruhi pada pasar perumahan. “Keputusan kami saat ini melihat perkembangan di pasar hipotek,” ungkap JPMorgan.
Hipotek sendiri merupakan sebuah sistem kredit atau pinjaman yang diberikan atas dasar jaminan berupa benda yang tidak bergerak dan surat pernyataan utang jangka panjang. Istilah yang dikenal di Indonesia adalah kredit pemilikan rumah atau KPR.
“Kami dapat secara proaktif memindahkan banyak karyawan yang terkena dampak ke peran baru di dalam perusahaan, dan berupaya untuk membantu karyawan yang terkena dampak lainnya menemukan pekerjaan baru di dalam Chase dan secara eksternal,” ungkap juru bicara yang dikutip dari Bisnis.com.
PHK tersebut dilakukan juga merupakan dampak dari The Fed yang menaikkan suku bunga acuannya secara agresif untuk menjinakkan inflasi.
Suku bunga melonjak dengan tinggi akibat hal itu dan merupakan tertinggi sejak tahun 1987 lalu. Hal tersebut mengganggu permintaan secara kredit dan juga bisnis refinancing perumahan.
“Pembiayaan kembali menurun drastis. Tidak ada kapasitas untuk mendukung model kepegawaian,” ungkap sumber yang mengetahui JPMorgan.
The Federal Reserve atau bank sentral AS sebelumnya telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,75 persen. Saat ini inflasi di AS telah mencapai 8,6 persen.
Hal ini karena dapat membuat inflasi lebih stabil tanpa mengganggu pertumbuhan ekonomi. The Fed di sisi lain juga harus menjaga tingkat pengangguran dan kestabilan harga.
Langkah tersebut sebenarnya juga dapat mengganggu proses pemulihan ekonomi di Amerika Serikat. Saat ini bursa saham AS juga sedang tertekan di tengah adanya ancaman resesi.
Kenaikan suku bunga acuan dapat memengaruhi suku bunga kredit pada masyarakat, seperti cicilan mobil, kredit, dan KPR. (Detik/Kompas/Ekonomi.bisnis, Arlita Azzahra Addin)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi