Kamis, 28 Mei 2026, pukul : 13:08 WIB
Surabaya
--°C

Anies Baswedan Masuk Bursa Bakal Capres PKS

JAKARTA–KEMPALAN: Rapimnas DPP PKS yang berlangsung di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa 21 Juni 2022, tidak mengumumkan bakal calon presiden yang akan diusung. Kendati demikian, PKS tidak menutup mata terhadap elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang masih berada pada tiga teratas berdasarkan survei lembaga politik.

Ketua DPP PKS Bidang Hubungan Masyarakat Ahmad Mabruri mengatakan, keputusan untuk mengusung bakal capres berada di tangan Majelis Syuro PKS yang dalam waktu dekat akan diumumkan.

“Nama-nama capres seperti yang sudah beredar di publik, Anies Baswedan iya salah satunya,” kata Mabruri saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa 21 Juni 2022.

Selain nama Gubernur DKI Jakarta, lanjut dia, bakal capres yang diusulkan ke Majelis Syuro PKS ada dari kalangan internal partai. “Ketua KMS dan Aher juga,” ucapnya.

BACA JUGA  Berebut Kursi Rumah Para Juara: Keketatan SNBT Unesa Tembus 12,2 Persen, Rumpun Kesehatan Mendominasi

Sebelumnya, Presiden PKS Ahmad Syaikhu dalam Rapimnas DPP PKS 2022 menyatakan poin-poin hasil Rapimnas 2022, yaitu yang pertama PKS memilih untuk membentuk poros alternatif dengan sejumlah partai politik.

“Yang pertama PKS akan terus membangun komunikasi secara intensif dengan partai politik lain sebagai upaya membentuk poros baru atau poros alternatif untuk selanjutnya menyepakati capres-cawapres potensial,” kata Syaikhu.

Poin selanjutnya, PKS berencana melakukan pengujian Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 yang memuat aturan ambang batas pengusungan calon presiden. PKS juga akan ikut mencermati perkembangan ekonomi global yang berpotensi memburuk serta pengaruhnya ke Indonesia.

“Melakukan pengujian Undang-Undang ke Mahkamah Konstitusi terhadap Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Ambang Batas Presiden 20 persen capres-cawapres yang akan maju pada Pilpres 2024,” ujarnya.

BACA JUGA  Gebrakan Internasional, Labschool UNESA Gandeng NTCUST Taiwan Guna Cetak Generasi Berdaya Saing Global

“Mencermati perkembangan ekonomi global yang semakin memburuk akibat ancaman inflasi tinggi dan pertumbuhan ekonomi rendah yang berpotensi memperburuk ekonomi Indonesia,” imbuhnya. (kba)

Editor: Freddy Mutiara

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.