Kemudian, orang-orang kaya pun memutuskan untuk pindah ke selatan. Kawasan Jalan Gadjah Mada dan Lapangan Banteng menjadi tujuan mereka. Migrasi besar-besaran itu semakin disempurnakan saat masa Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels berkuasa pada 1808 sampai 1811.
Kembali ke masa kini, gelaran Jakarta E Prix di Ancol, jadi salah satu dari beberapa suar yang seolah memperingatkan kita dan menandai kebangkitan dari wilayah Utara Jakarta. Wilayah ini juga menjadi binocular yang menyadarkan kita semua bahwa masa depan berupa mobil listrik yang ramah lingkungan dikampanyekan masif dan spektakuler melalui gelaran Jakarta E Prix itu, mulainya di Ancol, Jakarta Utara.
Bahkan, Pemprov DKI Jakarta sendiri juga dalam beberapa tahun terakhir telah mengembalikan marwah Wilayah Utara Jakarta mulai dari penataan kota dan kampung, ekonomi sosial kemanusiaan dan lain sebagainya, berbagai kebijakan dan pembangunan gencar dikerjakan, seperti mengeluarkan IMB sementara untuk warga Kampung Tanah Merah, meresmikan Kampung Susun untuk Warga Akuarium dan kampung-kampung lainnya; merevitalisasi kawasan Kota Tua; membangun Jakarta International Stadium (JIS) dan rencana Revitalisasi Lapangan Tugu; menghadirkan keadilan sosial untuk warga kepulauan seribu dan mengekstrak potensi wisatanya melalui Digital Nomad serta masih banyak lagi.
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi