Catatan oleh: Alaf Hakam
KEMPALAN: Gelaran Jakarta E Prix telah sukses menyedot perhatian masyarakat, meskipun dari segi usia, ajang balap mobil listrik ini tergolong muda karena baru 11 tahun.
Formula E juga menyimpan potensi besar, mulai dari ekonomi dan viewability baik secara langsung mauoun dari layar kaca memiliki pangsa pasar yang terus berkembang signifikan, juga membawa pesan terkait lingkungan dan antisipasi perubahan iklim akibat pemanasan global, salah staunya melalui hadirnya teknologi yang ramah lingkungan dalam sebuah mobil balap listrik
Lebih dari itu, gelaran Jakarta E prix yang diselenggarakan di Ancol atau di Utara Jakarta, seolah menyiratkan pesan bahwa elemen masa depan dalam Jakarta E Prix dan kebanggaan republik ini kembali ke Utara Jakarta. Sebuah antitestis terkait kilau wilayah Utara Jakarta yang telah meredup perlahan sejak abad ke-18.
National Geographic pernah menuliskan, bahwa kilau Utara Jakarta mulai dari Kerajaan Tarumanegara hingga dibangun secara masif pada era kolonial yang ditandai dengan dibangunnya benteng yang mengelilingi wilayah Kota dan berbagai bangunan pemerintahan disana
Namun kilau Utara Jakarta meredup sepeninggal Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen akibat buruknya sanitasi, ledakan penduduk, wabah penyakit, serta banjir yang menjadi pemicu utama. Pada saat itu wilayah Kota itu menjadi sesak dan tidak sehat.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi