Minggu, 21 Juni 2026, pukul : 07:48 WIB
Surabaya
--°C

Eril dan Kaesang

Eril ditemukan membeku dalam pakaian yang dikenakannya ketika berenang. Drama penacarian yang menegangkan berakhir. Ridwan Kamil terbang ke Swiss dan menyalami sang guru. Ucapan terima kasih tidak cukup untuk membalas jasa sang guru. Ridwan Kamil menitip pesan kepada sang guru setiap saat berkunjung ke Indonesia ia akan menjadi tamu kehormatan keluarga Ridwan Kamil.

Proses pemakaman Eril menjadi episode yang mengharu biru emosi publik. Segala hal baik mengenai sikap Eril diceritakan oleh orang-orang yang mengenalnya. Eril anak muda yang rendah hati dan suka membantu siapa saja tanpa membeda-bedakan kasta.

Hidupnya yang baik membawa resonansi yang baik bagi sangat banyak orang. Puluhan ribu orang yang mengular di sepanjang jalan menuju kompleks pemakaman keluarga menjadi saksi hidup Eril yang pendek tetapi berarti. Masjid Al-Mumtadz yang didesain sendiri oleh Ridwan Kamil akan menjadi monument untuk mengenang hidup Eril.

BACA JUGA  Siapa Doni Wijanarko

Dunia internasional terenyuh oleh kepergian Eril. Kerajaan Arab Saudi secara khusus mengundang keluarga Ridwan Kamil untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini dan menjadi tamu istimewa Raja Arab Saudi. Atalia Praratya, ibunda Eril tidak bisa menahan isak meskipun sudah berjanji tidak akan menangis lagi. Eril memberikan tiket berangkat haji terbaik yang bisa diimpikan oleh orang tua muslim di manapun di dunia.

Sepenggal kisah Eril berbeda dengan episode kisah Kaesang Pangarep. Eril sudah menutup episode hidupnya, sedangkan Kaesang masih punya cerita yang panjang untuk ditulis. Petualangan bisnis Kaesang menjadi berita yang menghebohkan. Kisah percintaan Kaesang juga menjadi berita nasional yang diikuti dengan antusias oleh banyak orang.

BACA JUGA  Sengit Layaknya PON, Kecamatan Sidoarjo Juara Umum Akuatik PORKAB 2026

Beberapa hari belakangan berita Kaesang menjadi viral karena putus cinta dengan pacar lama dan mempunyai pacar baru. Banyak komentar bermunculan di media sosial dengan narasi yang bermacam-macam. Ada yang menghujat ada yang mendukung. Kaesang menikmati hidupnya dengan caranya sendiri.

Setiap orang punya cara untuk menulis sejarahnya masing-masing. Kaesang Pangarep sang putra mahkota, atau Emeril Mumtadz Khan sang martir. Mereka  puny acara untuk menorehkan namanya dalam sejarah. Seperti kata penyair Chairil Anwar, ‘’Sekali berarti, sudah itu mati…’’. (*)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.