SURABAYA-KEMPALAN: Kali ini, pada Minggu (12/6), DSC mengundang Prof Greg Fealy untuk berbicara tentang PKS yang menurutnya PKS paling menarik terutama melihat ideologi dan strategi. Ada dua aspek yang menurutnya membuat topik tentang PKS menarik, yakni doktrin dan strategi PKS sedang berubah terus, ketika PKS berusaha menyesuaikan diri dengan kondisi politik yang mereka hadapi. Perbedaan dan persamaan PKS dan IM tergantung pada periode mana yang dibahas.
“PKS sudah menggeser posisinya dalam spektrum politik Indonesia,” tutur Greg. Ada kecenderungan dalam PKS untuk memungkiri pengaruh dari Ikhwanul Muslimin (IM). Ia membagi dua periode: pertama mulai pada awal tahun 80an sampai pertengahan tahun 2000 awal, kedua adalah 15 tahun terakhir. Pengaruh IM sangat menonjol pada periode pertama yang terlihat dalam struktur pemikiran, pola pemikiran dan perilaku.
Menurut PKS tidak ada lagi hutang ideologis kepada Ikhwanul Muslimin. Ada proses Indonesianisasi dari partai itu yang terlihat dari simbol-simbol yang dipakai oleh PKS. Mereka berusaha merangkul kaum Islamis yang lebih luas. Adapun, Islamisme di Indonesia sudah ada semenjak 1950an tapi pengaruh subtantifnya mulai ada pada 1970an, terutama dari mahasiswa yang studi di Timur Tengah, terutama Arab Saudi.
Banyak pemikiran Ikhwanul Muslimin yang berkembang di Arab Saudi karena ketika ada tekanan terhadap IM di Mesir, sehingga para mahasiswa menemukan pemikiran itu di sana, salah satunya adalah anak Danu Muhammad Hasan, seorang pimpinan DI yang diberangkatkan belajar ke Timur Tengah. Greg menjelaskan sejumlah kelompok yang membawa pemikiran Islamis di Indonesia, termasuk yang didanai oleh Arab Saudi.
Ia mengulik juga mengenai gerakan tarbiyah yang menekankan sistem usroh yang cukup tertutup dan berkembang di kelompok Lembaga Dakwah Kampus (LDK) semenjak tahun 1980an. Doktrin kelompok ini menekankan pernikahan dengan in-group. Greg sangat yakin bahwa di balik gerakan tarbiyah memiliki struktur kepemimpinan yang dirahasiakan. Ada kutipan yang ia sebutkan dalam diskusi itu bahwa Partai Keadilan (PK) adalah kepanjangan tangan dari IM di Indonesia.
Greg menuturkan bahwa para aktivis tarbiyah juga menerbitkan buku Ikhwanul Muslimin, salah satunya di Cempaka Putih. Ia menemukan beberapa buku yang merupakan literatur IM. Hal ini berkaitan pada periode pertama PKS. Ada periode transisi, tahun 1990an, di mana kelompok tarbiyah menghindari pembicaraan politik.
Pembahasan juga bergerak…

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi