Jumat, 10 Juli 2026, pukul : 20:13 WIB
Surabaya
--°C

PKS di Mata Seorang Indonesianis Australia: Kompleks Tapi Menarik

Pembahasan juga bergerak pada uraian mengenai KAMMI dan pembentukan PK yang pernah ia kunjungi kantornya, yang mana menurutnya berbeda dengan kantor organisasi Islam lainnya. “Saya menghormati antusiasme aktivis dan pemimpin PK pada waktu itu,” tutur profesor emeritus asal ANU itu.

Pada pemilu tahun 2004, suara PKS melejit dari 1999, dari partai kecil menjadi partai menengah. Dengan strategi yang tepat, mereka percaya, bahwa PKS bisa menjadi partai yang besar nomer dua atau tiga. Pada tahun 2008, mereka tidak lagi menjadi partai yang Islamis dan menyiapkan partai yang pos-Islamis serta menyambut baik para calon legislatif nonmuslim.

Greg menuturkan bahwa dirinya hadir dalam Mukernas PKS di Bali yang memperlihatkan perubahan dalam tubuh partai itu. Pelaksanaan Mukernas itu sangat simbolik, yang mana para pemimpin PKS mulai memakai batik. Keterbukaan ini, menurut pakar politik Islam itu adalah upaya agar bisa menarik pemilih lebih luas dan tidak terlepas dari fenomena internasional.

BACA JUGA  GREEN FORCE PERSEBAYA 2026-2027

“Pergeseran citra PKS itu hanya pencitraan atau substantif?” tanya Greg. Menurutnya, PKS tetap Islamis dan sektarian untuk memperkuat kampanye Prabowo. Bahkan pemilu 2014 dan 2019 PKS lebih Islami ketimbang sebelumnya. Ketika ada RUU PKS/RUU TPKS, partai itu justru melawan dan mengajukan RUU Ketahanan Keluarga, sehingga ia menyampaikan masih ada konservatisme dalam partai itu, tapi ia menyatakan bahwa hal itu adalah hak mereka dalam demokrasi.

Ketika ia membaca buku latihan kader PKS, nuansanya sudah lebih Indonesia dan nasionalistis serta kata-kata IM sudah mulai menghilang. Adapun setelah Arab Spring, partai tersebut lebih tertarik dengan Erdogan ketimbang IM.

Greg dalam diskusi menjelaskan tentang upaya PKS untuk mendekat kepada NU, yang mana menurutnya banyak tokoh partai itu yang memiliki latar belakang Ahlussunnah wal Jamaah dari NU. Dengan mengutip Yon Machmudi, bahwa pemilih PKS dari luar Jawa berasal dari organisasi tersebut. Menurutnya, walaupun ada tanggapan dingin dari PBNU di masa Said Aqil Siradj, tapi tidak ada permusuhan antar NU dan PKS.

BACA JUGA  Mengapa Penderita NPD Tidak Betah di Hubungan yang Nyaman

“Kunci keberhasilan PKS dalam pemilu adalah kemauannya untuk membantu segala macam orang,” tuturnya. Sehingga reputasinya terbentuk sebagai partai yang ringan tangan, apalagi tidak sekedar memberikan bantuan tapi tetap hadir walaupun sudah memberikan bantuan. Menurutnya PKS hanyalah satu-satunya partai yang mempunyai sikap seperti itu.

Bagi Greg, partai ini selalu berusaha menghindari cap islamis dan radikal. (*)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.