Etnis Melayu memang diberi peran dalam pemerintahan. Sekarang ini presiden Singapura dijabat oleh Halimah Yacob, seorang wanita muslim Melayu bumiputra. Presiden Singapura pertama Yusuf Ishak juga berasal dari etnis Melayu muslim bumiputra. Tetapi, dalam sistem pemerintahan parlementarian Singapura jabatan strategis sebagai pengendali pemerintahan dipegang oleh perdana menteri, sementara jabatan presiden lebih bersifat titular dan seremonial.
Di Indonesia porsi etnis China hanya sekitar 2 atau 3 persen dari total 270 juta penduduk. Persentase ini sangat kecil secara demografis, tetapi secara ekonomis etnis China yang hanya sekian persen itu menguasai sumber ekonomi sampai 90 persen. Angka yang menjomplang ini yang membuat risau banyak orang.
BACA JUGA: Borobudur
Presiden Sukarno pernah mencanangkan ‘’Program Benteng’’ untuk memberi kesempata kepada pengusaha pribumi untuk bersaing dengan etnis China. Program ini berakhir seiring dengan jatuhnya Bung Karno.
Presiden Soeharto pernah menjalankan kebijakan serupa dengan meminta saham para konglomerat China untuk ditampung dalam sebuah koperasi. Program Pak Harto ini berhenti seiring dengan berakhirnya rezim Orde Baru.
Bagaimana dengan Jokowi? Kita tunggu di sisa waktu dua tahun ini. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi