KEMPALAN: SALAH satu atraksi yang hampir selalu dilakukan oleh para pengunjung Candi Borobudur adalah merogoh stupa berbentuk kurungan batu berlubang untuk menyentuh patung Budha yang ada di dalamnya. Entah dari mana asal-usul munculnya mitos yang mengatakan siapa saja yang bisa menyentuh tangan atau kaki patung itu akan memperoleh berkah dan keajaiban.
Stupa-stupa itu ada di bangunan paling atas candi. Lingkar stupa yang diameternya sekitar 5 sampai 6 meter membuat tangan manusia rata-rata tidak mampu menjangkau patung batu di dalamnya. Tetapi, namanya juga mitos, banyak orang yang percaya dan kemudian mencoba.
Orang yang berulang tahun meniup lilin sambil ‘’make a wish’’, mengucapkan apa yang diinginkannya, dan kemudian meyakininya bakal terkabul ketika dibatin bersama dengan meniup lilin. Mitos dan gugon tuhon dari barat semacam ini dipercaya oleh banyak orang di berbagai penjuru dunia dan menjadi praktik budaya yang diadopsi secara luas.
Praktik semacam ini juga dipercaya oleh sebagian pengunjung candi Borobudur. Sebelum merogohkan tangan ke dalam stupa mereka ‘’make a wish’’ dan kemudian merogohkan tangannya ke dalam stupa. Kalau berhasil menyentuh patung sang budha wajah akan berbinar-binar karena percaya harapannya akan terkabul.
BACA JUGA: Ancol dan Mandalika
Biasanya, seorang laki-laki harus menyentuh bagian tangan patung, dan perempuan harus menyentuh bagian kaki patung. Diameter stupa yang lebar itu sebenarnya tidak memungkinkan tangan rata-rata manusia Indonesia untuk menyentuhnya. Tapi, hal itu justru membuat kepo dan penasaran dan memaksa banyak orang mencoba.
Praktik ini meluas karena pengunjung mendapatkan informasi dari mulut ke mulut. Biasanya para penjual suvenir yang jumlahnya ratusan di situs itu memberi informasi itu kepada pengunjung sebagai bagian dari marketing. Para pemandu wisata amatir maupun profesional juga hampir selalu menyampaikan mitos itu kepada kliennya.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi