Jumat, 19 Juni 2026, pukul : 05:06 WIB
Surabaya
--°C

Ubaya Resmikan Museum Pawitra, Tampilkan Penemuan Budaya di Gunung Penanggungan

MOJOKERTO –KEMPALAN: Melestarikan cagar budaya Gunung Penanggungan, Universitas Surabaya (Ubaya) meresmikan Museum Pawitra pada Sabtu (4/6/2022). Museum ini menampilkan ratusan situs yang ditemukan di puncak Gunung Penanggungan. Peresmian dilakukan di Ubaya Penanggungan Center, Ubaya Integrated Outdoor Campus, Jl. Udayana Desa, Brenjang, Tamiajeng, Kec. Trawas, Kabupaten Mojokerto pukul 10.00-13.00.

Nama Pawitra diambil dari nama lain Gunung Penanggungan. Museum Pawitra difungsikan sebagai pusat informasi arkeologi dan budaya yang ada di Gunung Penanggungan mulai abad 10-16 Masehi. Direktur Integrated Outdoor Campus (IOC) Ubaya Trawas, Prof. Ir. Joniarto Parung, M.M.B.A.T., Ph.D., mengatakan museum ini juga menjadi sarana bagi pelajar, mahasiswa, dan dosen peneliti yang ingin melakukan eksplorasi sejarah dan wisata.

Melestarikan cagar budaya Gunung Penanggungan, Universitas Surabaya (Ubaya) meresmikan Museum Pawitra pada Sabtu (4/6/2022).

Ubaya mendapat dana hibah matching fund dari Kemendikbudristek  pada tahun 2021. Museum Pawitra mulai dibangun selama empat bulan. Museum Pawitra ini, berbeda dengan museum pada umumnya. Dulunya merupakan galeri foto dan akhirnya direnovasi menjadi museum agar lebih hidup.  “Kami (Ubaya) ingin menjadikan museum ini sebagai sumber inspirasi, belajar, serta motivasi untuk cinta budaya bangsa,” ujarnya.

BACA JUGA  Mundur Selangkah, Maju Seribu Langkah

Ruang depan Museum Pawitra terbagi menjadi empat bagian. Sisi utara memperlihatkan penemuan artefak bukti kehidupan yang pernah terjadi di kaki Gunung Penanggungan. Visualisasi hikayat Gunung Pawitra yang berdasar pada naskah Tantu Panggelaran tahun 1635 M dapat dilihat di sisi selatan museum. Di sisi barat ada miniatur candi serta relief arca dan peninggalan-peninggalan lainnya yang ditemukan di atas gunung. Bagian dalam museum menampilkan foto-foto situs penting yang didokumentasikan tim ekspedisi Universitas Surabaya (Ubaya) di atas Gunung Penanggungan.

“Nah, ini menjadi keunikan Museum Pawitra. Pengunjung tidak hanya mendapat informasi sejarah, namun juga dapat menghayati nilai baik leluhur lewat refleksi kehidupan di sisi Timur,” jelas  Prof. Joni.

BACA JUGA  Sengit Layaknya PON, Kecamatan Sidoarjo Juara Umum Akuatik PORKAB 2026

Peresmian ini menandakan operasional Museum Pawitra yang terbuka untuk umum. Museum ini juga menawarkan paket-paket pendidikan karakter cinta budaya, khususnya berkaitan dengan sejarah Gunung Penanggungan, ke sekolah-sekolah.

Kehadiran Museum Pawitra diharapkan menjadi referensi bagi masyarakat yang ingin melestarikan kearifan lokal lewat budaya yang diwariskan leluhur. “Harapannya bisa menjadi tempat pelajar dan pendidik untuk belajar tentang keberagaman yang pernah terjadi pada era Kerajaan Majapahit di Gunung Penanggungan,” tambah Prof. Joni. (*)

Editor: Freddy Mutiara

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.