Sabtu, 16 Mei 2026, pukul : 17:54 WIB
Surabaya
--°C

Relawan Alumni Gadjah Mada: Mengenali Potensi dan Eksistensi Relawan Anies secara Objektif

KEMPALAN: Ada refleksi menarik dari Pilpres 2019 yang sepertinya berpotensi terjadi kembali Pilpres 2024. Catatan tersebut adalah keterlibatan dan peran aktif relawan pilpres.

Relawan pilpres ini bertugas untuk menyosialisasikan program unggulan dan membangun citra positif dari pasangan capres cawapres yang diusung. Umumnya, para relawan pilpres tidak bekerja secara individual, melainkan terorganisasi dalam bentuk kelompok-kelompok atau organ relawan, serta disatukan secara sistemis dalam bentuk Sekber Relawan Nasional.

Penulis sendiri mempunyai pengalaman intens sebagai aktivis relawan pilpres, baik pada Pilpres 2014 maupun Pilpres 2019.

Relawan di sini memiliki peranan tersendiri dan sangat mendukung upaya dukungan riil dari pemilik suara. Meskipun partai politik dianggap sebagai mesin utama, keterlibatan relawan tidak dapat dikesampingkan apalagi hanya dianggap sebagai pelengkap semata.

Jika partai politik berperan dalam merumuskan visi-misi dan program unggulan, relawan berperan dalam penyampaian rumusan tersebut dan menjadi frontliners dalam menginformasi, mempersuasi, dan memobilisasi dukungan suara. Artinya, relawanlah yang lebih dekat dengan publik.

Intensitas interaksi dengan masyarakat lebih banyak dimainkan oleh relawan. Oleh karena itu, nasib citra capres maupun cawapres, baik di lapangan maupun media sosial juga ditentukan oleh peran aktif dan aktivitas relawan.

Tulisan ini akan mencermati secara obyektif potensi dan eksistensi dari keberadaan Relawan Anies. Langkah awal yang perlu kita cermati adalah siapa-siapa saja yang akan menjadi simpatisan, aktivis dan loyalis Relawan Anies ini.

Identitas kita sebagai pribadi-pribadi dari Relawan Anies akan dapat dilihat dari aspek identitas organisasi (jenis organisasi, struktur, dan posisi), aspek identitas sosial ekonomi, serta identitas afiliasi atau politik dari segenap penggerak dan pendukung Relawan Anies.

Pertanyaan yang menggelitik kita adalah; apakah penggerak dan pendukung Relawan Anies sudah cukup representatif mewakili karakter demografis, psikografis, dan geografis dari bangsa Indonesia yang sedemikan besar dan kompleks? Apakah penggerak dan pendukung Relawan Anies cukup mampu membangun leverage factors (faktor pengungkit) gerakan yang efektif, misal soliditas jaringan, dukungan logistik, dan cakupan program yang komprehensif?

Kalaulah dari dua perspektif di atas masih banyak potensi yang belum dioptimalkan, perlu didorong munculnya relawan-relawan Anies yang mencerminkan representasi demografis, psikografis, dan geografis yang lebih menyebar secara nasional.

Relawan Anies perlu melibatkan pribadi-pribadi dengan unsur latar belakang sosial ekonomi, organisasi atau profesi, atau bahkan afiliasi atau identitas politik yang beragam sebagai basis penguatan pendukung Anies ke depan. Tentu perlu pula pelibatan bauran keahlian dan positioning aktivitas gerakan Relawan Anies yang lebih meluas, misal ada relawan yang berbasis Sosmed, IT, Networking, Capacity Building, Program Kesehatan, Program Pendidikan, Program Kerelawanan Sosial, Gerakan Tematik lain, dan seterusnya secara sinergis.

Gerakan Relawan Anies akan lebih efektif bila masing-masing organ relawan mampu mem-positioning-kan diri secara tepat sesuai resources yang dimiliki serta mampu bekerja sama secara sinergis dengan organ Relawan Anies lainnya dalam satu kesamaan visi dalam rangka memenangkan Anies dalam Pilpres 2024.

Hal lain yang perlu kita cermati adalah siapa kita sebagai organisasi gerakan Relawan Anies dalam satu kesatuan. Keberadaan semua organ relawan Anies tentunya tidak akan lepas dari koridor kesamaan visi kita bersama (shared vision) yang menjadi tujuan bersama semua organisasi Relawan Anies, yaitu memenangkan Anies dalam Pilpres 2024, dimulai dengan fokus memaksimalkan popularitas dan elektabilitas Anies semaksimal mungkin sehingga didukung dan diusung oleh Parpol untuk mengusungnya dalam Pilpres 2024.

Sebagai implementasi dari visi bersama kita ke depan, sebagai organisasi Relawan Anies perlu memiliki misi yang tepat sebagai instrumen untuk menggerakkan aktivitas organisasi Relawan Anies. Misi ini akan mengarahkan kepada pilihan-pilihan aktivitas dan kegiatan yang akan kita pilih. Misi juga akan memberikan perspektif bagaimana kita memprioritaskan aktivitas gerakan relawan sesuai dengan kapasitas masing-masing organ relawan.

Misi kita juga akan mendorong agar kita secara sinergis membangun kolaborasi dan kerja sama dengan organ Relawan Anies lainnya sebagai saluran tindakan kolektif kita sebagai satu kesatuan Relawan Anies. Tidak ketinggalan, perlunya membangun esprit de corps sesama relawan pejuang dan pendukung Anies.

Integrasi berbagai misi tersebut akan mewujud dalam bentuk strategi perjuangan yang kita pilih, yang akan menggambarkan aktivitas utama gerkan Relawan Anies dalam rangka mencapai visi dengan misi yang telah disepakati.

Aspek selanjutnya yang perlu kita analisis adalah ke mana kita akan melangkah ke depan. Ada hal-hal strategis dan taktis yang perlu kita cermati sebelum gerakan Relawan Anies bergerak ke depan.

Beberapa hal yang perlu kita cermati: pertama, masalah utama sebagai kekurangan organisasi relawan kita yang masih perlu disempurnakan, misal struktur, disiplin perjuangan, jaringan, keahlian, pendanaan dan sebagainya. Kedua, ketersediaan sumber daya kita sebagai organisasi gerakan relawan Anies. Ketiga, kapasitas dan kapabilitas riil kita. Keempat, jaringan aliansi dan kemitraan dengan sesama organ Relawan Anies lainnya dan kelompok perjuangan lainnya yang sevisi.

Pilihan langkah dan program kerja dari masing-masing Relawan Anies tentu tidak akan terlepas dari basis sumber daya dan kapasitas yang dimiliki sebagai landasan untuk melakukan positioning prioritas aktivitas dan gerakannya. Hal lain yang juga sangat prinsip adalah wajibnya sesama organ Relawan Anies untuk membangun aliansi dan kerja sama sinergis dengan organ Relawan Anies lainnya, secara semua organ relawan Anies akan bekerja efektif, koheren, sinergi, dan memiliki semangat dan spirit yang sama.

Sebagai contoh, organ Relawan Anies dari alumni UGM yaitu Relawan Alumni Gadjah Mada (Relagama) berfokus sebagai resource center bagi organ Relawan Anies lainnya serta memberikan dukungan capacity building seperti pelatihan, pembekalan dan pendampingan bagi organ Relawan Anies lainnya secara gratis melalui Akademi Relawan Anies.

Hal lain yang juga penting, kita perlu membangun visibilitas dan kredibilitas dari organisasi Relawan Anies secara efektif. Seperti kita ketahui, organisasi gerakan kita berada dalam konteks publik, baik lokal, regional, nasional, bahkan internasional. Di samping itu, kontestasi pilpres akan melibatkan dinamika politik dan non-politik yang luas, kompleks, bahkan complicated.

Siapkah kita sebagai organisasi Relawan Anies? Pertanyaannya apakah kita cukup dikenal, diketahui, dan diakui oleh publik atau konstituen kita calon pemilih dalam Pilpres 2024? Apakah value dan benefits dari organisasi Relawan Anies mencerminkan value dan benefits dari Anies Baswedan kepada negeri ini?

Apakah konstituen kita dalam hal ini simpatisan Anies tertarik kepada kita, mengakui eksistensi kita atau mungkin berminat memilih kita sebagai organisasi relawan untuk memenangkan Anies? Apakah kita sebagai organisasi relawan cukup membawa kapabilitas dan kekuatan yang memadai sebagai organisasi relawan Anies yang bernilai?

Apakah kita cukup mampu meyakinkan publik luas dan masyarakat Indonesia dengan gerakan relawan kita dalam rangka memenangkan Anies? Itu akan kembali kepada komitmen kita, kesolidan kita, kebersamaan kita, dan kesungguhan kita sebagai kesatuan organisasi Relawan Anies.

Publik atau konstituen kita khususnya serta masyarakat luas pada umumnya akan mengakui dan mendukung aktivitas gerakan Relawan Anies apabila kita mampu melakukan hal berikut: Pertama, aktivitas yang kontinyu, riil, bernilai tambah, dan disampaikan ke publik.

Kedua, memilih aktivitas atau tema gerakan relawan yang tepat sesuai dengan target voter (prinsip center of gravitation). Ketiga, melibatkan dan mendorong partisipasi masyarakat luas dalam konteks kebangsaan dan keindonesiaan secara meluas, di samping fokus kepada kelompok basis Islam sebagai fondasi utama pendukung Anies.

Keempat, melibatkan elemen yang lebih representatif atau diperluas, misal dengan melibatkan kerja sama dengan organisasi lintas profesi, alumni perguruan tinggi lain, kelompok keagaamaan, pemuda, kelompok ibu-ibu, kelompok milenial, dan lainnya. Kelima, mendorong program kerelawanan yang menciptakan kesatuan dan harmoni identitas satu Indonesia, karena kita meyakini Anies adalah terbaik baik Indonesia dan siapa saja di negeri ini.

Nasrun minallahi wa fathun qarib.

Irfan Riza, Presidium Relagama dan Koordinator Akademi Relawan Anies

Editor: Freddy Mutiara

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.