Huntington dan kalangan konservatif panik oleh kenyataan ini. Jika hal ini tidak dicegah maka identitas WASP Amerika akan hilang. Orang asing boleh saja masuk ke Amerika, tetapi mereka harus membaur menjadi satu, melepas identitas budaya dan bahasa lama dan memeluk budaya dan bahasa baru di tanah Amerika. Asimilisai ala ‘’melting pot’’ ini yang dikehendaki Huntington supaya budaya Amerika semakin kaya dengan hadirnya ingredients baru. Sebaliknya, Huntington tidak setuju dengan konsep ‘’salad bowl’’, semacam gado-gado, dimana budaya-budaya baru tetap hidup sendiri bersandingan dengan budaya Amerika, sebagaimana salad yang menjadi satu tanpa kehilangan identitas dasarnya.
Di Indonesia perdebatan mengenai identitas nasional menjadi wacana yang banyak diperbincangkan sejak awal perjuangan kemerdekaan. Bangsa Indonesia terdiri dari ratusan suku yang tersebar di belasan ribu pulau. Sumpah Pemuda, 1928, berhasil menyatukan suku-suku itu kedalam sebuah identitas yang satu yaitu identitas Indonesia.
Bangsa Indonesia telah berikrar berbangsa satu, berbahasa satu, bertanah air satu, Indonesia. Ikrar ini merupakan gagasan cemerlang untuk mempersatukan suku-suku yang bermacam-macam itu kedalam sebuah ikatan kebangsaan yang sama. Bangsa adalah sebuah ide yang abstrak yang tidak mudah diejawentah dalam sebuah konsep yang kongkret. Bangsa adalah entitas bayangan ‘’Imagined Community’’ seperti yang disebut oleh mendiang Ben Anderson (1983). Bangsa Indonesia dari Papua sampai Aceh hanya bisa disatukan oleh bayangan dan cita-cita yang sama sebagai sebuah bangsa. Tanpa bayangan dan cita-cita itu tidak akan ada sebuah bangsa.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi