SURABAYA-KEMPALAN: Kelompok terbang (kloter) pertama calon jamaah haji (CJH) asal Embarkasi Surabaya dijadwalkan akan berangkat ke Tanah Suci pada 4 Juni 2022.
“Kloter pertama masuk Asrama Haji sehari sebelumnya, 3 Juni 2022. Kemudian 4 Juni terbang ke Tanah Suci,” kata Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Husnul Maram usai pengukuhan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Rabu (25/5) malam.
Menurut Husnul Maram, total terdapat 38 kloter yang akan berangkat dari Embarkasi Surabaya. Kloter pertama dijadwalkan berasal dari calon jamaah haji asal Tuban. Sedang kloter terakhir akan berangkat pada 2 Juli 2022.
Sementara untuk kedatangan jamaah haji, kloter pertama dijadwalkan tiba pada 15 Juli 2022 dan kloter terakhir masuk Asrama Haji 14 Agustus 2022.
Husnul Maram menjelaskan, di Embarkasi Surabaya total terdapat 16.967 orang CJH yang akan berangkat ke Tanah Suci. Mereka berasal dari 38 kabupaten/kota se-Jatim, ditambah asal Bali, Nusa Tenggara Timur, Palembang, dan petugas kloter.
Mengenai rinciannya, dari seluruh kabupaten/kota se-Jatim sebanyak 16.087 orang, Bali 318 orang, NTT 291 orang, Palembang 119 orang, serta petugas kloter 152 orang.
Diharapkan seluruh proses ibadah haji mulai keberangkatan ke Tanah Suci hingga kedatangan para jamaah di Tanah Air berjalan lancar dan tertib, serta diberi kemudahan oleh Allah SWT.
Sementara itu, PPIH Embarkasi Surabaya yang dikukuhkan berasal dari perwakilan sejumlah pihak terkait. Antara lain Pemprov Jatim, Kanwil Kemenag Jatim, Kanwil Kemenkumham Jatim, Polrestabes Surabaya, Bea Cukai, Dinas Kesehatan, dan unsur lainnya.

Pengukuhan PPIH dipimpin Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa disaksikan oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama RI Hilman Latief.
Gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut mengimbau PPIH tahun 2022 yang baru dikukuhkan untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk keberangkatan calon jamaah haji. Termasuk dalam menghadapi cuaca di Mekkah yang sangat berbeda dari Indonesia. “Hal-hal yang harus menjadi kelengkapan dan kebutuhan mereka, ini harus didetilkan oleh seluruh tim,” pinta Khofifah
Karena kegiatan manasik sekarang ini bisa dilakukan secara digital, maka Khofifah mengingatkan agar seluruh calon jamaah haji dipastikan melakukan persiapan sesuai kebutuhan-kebutuhan khusus, terkait dengan vitamin dan obat-obatan tertentu yang biasa dikonsumsi. “Saya rasa itu sebaiknya dicatat dengan baik, jangan sampai ada yang tertinggal,” ujar mantan Mensos RI tersebut, mengingatkan.
Pada kesempatan tersebut Gubernur Khofifah juga berkenan melihat makanan yang akan dihidangkan kepada calon jamaah haji saat berada di pesawat. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi