Sabtu, 16 Mei 2026, pukul : 06:31 WIB
Surabaya
--°C

Ustaz Abdul Shomad Dicekal dan Dideportasi Imigrasi Singapura

PEKANBARU-KEMPALAN: Ustaz Abdul Shomad (UAS) dicekal dan dideportasi oleh Imigrasi Singapura, Senin (16/5). UAS dan rombongan bersama keluarga hendak berlibur ke Singapura dengan mempergunakan ferry dari pelabuhan Pekanbaru menuju pelabuhan Tanah Merah, Singapura. Tetapi, Imigrasi Singapura tidak mengizinkan UAS untuk masuk.

Rombongan UAS yang terdiri atas dua keluarga. UAS bersama istri dan anak, dan sahabat UAS juga bersama istri dan anak. Sesampainya di Imigrasi keluarga UAS dan sahabatnya terlebih dahulu sudah lolos dari pemeriksaan. Ketika giliran UAS petugas imigrasi mengatakan bahwa UAS tidak diizinkan masuk Singapura.

Dalam keterangan yang diberikan kepada kanal Youtube ‘’Hai Guys Official’’ UAS mengonfirmasi bahwa berita itu valid dan bukan hoaks, ‘’Berita mengenai saya dicekal dan dideportasi dari Singapura shahih dan bukan hoaks,’’ ujar UAS.

Bercerita mengenai kronologi UAS mengatakan bahwa setelah petugas memeriksa paspor UAS dikatakan bahwa tidak ada izin bagi UAS untuk memasuki Singapura. Ketika UAS menanyakan penyebab larangan itu petugas tidak menjelaskan. UAS yang membawa tas berisi keperluan dan pakaian bayi akan menyerahkan tas itu kepada keluarganya tetapi tidak diperbolehkan oleh petugas.

UAS kemudian dimasukkan ke dalam ruang berukuran 1×2 meter dengan pembatas dari kawat. UAS berada di ruangan itu selama satu jam penuh. ‘’Rasanya seperti masuk liang lahat,’’ ujar UAS dalam video itu. Ternyata keluarga UAS dan sahabatnya juga ditahan di ruang lain.

Setelah satu jam di ruang isolasi UAS dikumpulkan menjadi satu dengan keluarga dan sahabatnya di ruang yang lebih besar. Rombongan ditahan selama empat jam. ‘’Kita ini seperti dipenjara,’’ kata UAS menirukan anak usia 4 tahun yang ikut dalam rombongan keluarga sahabatnya.

Rombongan kemudian dideportasi kembali ke Pekanbaru dengan memakai ferry terakhir. UAS mengatakan bahwa pemerintah Singapura melalui duta besar di Jakarta harus menjelaskan alasan pencekalan dan pendeportasian ini kepada publik Indonesia. ‘’You have to explain to our community why your government did not allow us to enter Singapore,’’ kata UAS dalam bahasa Inggris.

UAS mengaku kecewa oleh perlakuan pemerintah Singapura. Dengan nada tinggi UAS mengatakan Singapura negara kecil yang dulu pernah diserang oleh Kerajaan Demak dan takluk. Ketika itu Singapura masih bernama Tumasik. Menurut UAS warga Singapura sekarang bukan warga asli, dan UAS mendoakan agar generasi muda mendatang bisa mengembalikan Singapura kepada jatidiri yang sebenarnya.

UAS pernah punya pengalaman yang hampir sama beberapa tahun yang lampau ketika memasuki Timor Leste. Ketika sudah berada di bandara Dili UAS ditolak masuk karena ada informasi baru yang tidak memperbolehkannya masuk ke Timor Leste. Ketika itu masih dalam situasi menjelang pemilu sehingga UAS mafhum kedatangannya dikhawatirkan akan membawa pengaruh kepada pemilih.

Kali ini kunjungannya ke Singapura sama sekali tidak ada hubungannya dengan politik, dan pemilu juga masih jauh. Karena itu UAS tidak habis pikir mengapa pemerintah Singapura mencekalnya. ‘’Saya hanya mau berlibur, kebetulan juga lagi tanggal merah,’’ katanya.

Dutabesar Indonesia di Singapura Suryopratomo mengatakan bahwa UAS tidak dideportasi tapi hanya tidak boleh masuk ke Singapura karena tidak sesuai dengan kriteria. Suryopratomo tidak menjeaskan apa yang dimaksud dengan tidak sesuai dengan kriteria.

Sementara itu dari Surabaya dikabarkan bahwa UAS akan mengadakan roadshow dakwah di Madura dan Surabaya mulai Juat 20 Mei sampai Senin 23 Mei. UAS akan memberi ceramah di Sumenep, Pamekasan, dan Bangkalan selama akhir pekan. Senin subuh (23/5) UAS akan menjadi imam dan memberi kuliah subuh di Masjid Nurul Iman, Margorejo Indah, Surabaya.

Ketua Takmir Masjid Nurul Iman Dr. H. Siswanto mengatakan semua persiapan sudah dilakukan dengan maksimal sejak penjemputan di Bandara Juanda dan langsung terbang ke banda Sumenep, sampai dengan kembali ke Pekanbaru. ‘’Panitia di Madura dan Surabaya semua sudah siap,’’ kata Siswanto.

Siswanto yang tertugas menjemput UAS di Bandara Juanda mengatakan bahwa Masjid Nurul Iman sudah mempersiapkan kehadiran UAS secara maksimal. ‘’Kami memperkirakan jamaah yang hadir berjumlah ribuan, karena itu semua fasilitas sudah kami siapkan,’’ kata Siswanto. (*)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.