Menu

Mode Gelap

kempalanalisis · 16 Mei 2022 14:11 WIB ·

Anies dan Titik Nol Indonesia


					Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan tanah dan air ke Presiden Joko Widodo (Foto: dok. Sekretariat Presiden) Perbesar

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan tanah dan air ke Presiden Joko Widodo (Foto: dok. Sekretariat Presiden)

KEMPALAN: Titik nol adalah titik awal angka permulaan untuk melangkah. Kalau sandarannya angka, maka titik nol itu bisa bergerak kearah sumbu x dan y, kekiri dan kekanan serta keatas dan kebawah.

Bila sandaran angkanya bergeser pada sumbu x dan y yang berada dibawah dan kiri, maka titik nol akan bergeser pada angka negatif dan sebaliknya bila sandaran angkanya bergeser ke kanan dan keatas, maka angka akan menjadi positif.

Pendulum angka itu pergeserannya sangat ditentukan oleh kita sebagai pelaku dan subyek. Bila subyeknya adalah ketidakbaikan atau energi negatif, maka pendulum angka itu akan berjalan dititik negatif, atau negatif positif, dan kalau pendulumnya berada diangkat positif, maka bisa dipastikan kerusakannya sempurna.

Hal sebaliknya juga bila subyeknya positif , maka akan bergerak pada positif.

Itu semua sudah menjadi hukum alam dan kehidupan.

Anies dalam segala rekam jejak catatan selama memimpin Jakarta adalah subyek yang berlaku baik. Indikator kebaikan Anies dalam memimpin Jakarta ditandai dengan banyaknya janji politik yang sudah dia penuhi. Akibatnya Anies juga banyak mendapatkan penghargaan atas prestasi yang dia lakukan.

Keberpihakan Anies kepada rakyat kecil juga tak layak untuk dipertanyakan. Keberanian Anies menutup reklamasi di Jakarta utara karena Anies melihat reklamasi ini hanya akan merugikan masyarakat kecil terutama nelayan. Meski Aneis ditekan dan mendapatkan ancaman dari menkoinvest LBP, Anies tak gentar. Anies hanya mengatakan saya hanya akan tunduk kepada perintah konstitusi. LBP pun tak berkutik. Ini bukti Anies bukan pemimpin yang bisa dikendalikan oleh oligarki dan penguasa jahat istana.

Anies juga dalam segala hal tindakan juga dikenal detail dan memperhatikan kebutuhan kebutuhan asasi kemanusiaan.

BACA JUGA: Seperti Bung Karno, Anies Menjadikan Indonesia Disegani Bangsa Lain

Misalkan dalam hal merawat Kebhinekaan dan roleransi di Jakarta, Anies membuat kebijakan kerukunan hidup beragama dengan cara semua rumah agama dibantu oleh Aniew melalui kebijakan Bantuan Operasional Tempat Ibadah ( BOTI ), Anies melihat tanpa bantuan mereka, kehidupan Jakarta akan jauh dari nilai – nilai moral dan etik yang menghasilkan toleransi dan kerukunan antar ummat beragama.

Hal yang sama dalam pembangunan JIS, Anies tidak hanya berkeinginan membangun secara fisik tapi nilai tambah dari bangunan itu harus bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Jakarta. Maka konsepnya dibangun secara terintegrasi dengan memperhatikan kepentingan masyarakat Jakarta.

Misalkan seluruh jalan menuju stadion yang hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki, maka jalan tersebut bisa difungsikan sebagai tempat sholat sekaligus disediakan tempat berwudunya.

Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Beda Lumur Tinja, Antara Jakarta dan New York

1 Juli 2022 - 13:41 WIB

Sulitnya Kejar Warisan Rp737 Triliun

30 Juni 2022 - 16:17 WIB

Hasto dan Tukang Bakso

30 Juni 2022 - 11:49 WIB

Munculnya Guru Besar Rasa Buzzer

30 Juni 2022 - 07:35 WIB

Anies dan Holywings

29 Juni 2022 - 14:42 WIB

Pembunuh Sadis di Tangsel Terlacak Sinyal

29 Juni 2022 - 14:01 WIB

Trending di kempalanalisis