Lebih 63 tahun pasangan itu mengarungi bahtera perkawinan. Mereka dikaruniai tiga anak, Aida Fatia, Omar Lutfi, dan Naila, serta ada enam cucu. Perjuangan dan cinta seolah ikut berperan dalam perjalanan hidup mereka.
Testimoni kerabat dan sahabat
Acara yang berlangsung sekitar 2,5 jam dihadiri secara virtual oleh 150 kerabat, sahabat, dan sejawat almarhum. Tiga putra putri almarhum hadir dr Nonny, Omar Lutfhi Anwar dan dr Naila Karima, serta cucu-cucu. Yang menjadi host, Dhira Anwar, cucu sulung almarhum. Omar Lutfhi Anwar, memberi sambutan atasnama keluarga. Sedangkan Rosman Anwar, mantan Dirut Pelni, adik kandung almarhum –satu-satunya yang masih hidup — menyampaikan pesan dan kesan sebagai anggota keluarga. Adapun para sahabat dan sejawat yang hadir, antara lain aktifis Malari, dr Harriman Siregar, sejarahwan DR Anhar Gonggong, wartawan senior Marah Sakti Siregar, Upiek Sjahrir, dan Ketua Umum PWI Pusat Atal Depari, Wartawan senior Abdullah Alamudi, Rani Sutrisno, Fadli Zon, DR dr Rushdy, dan saya sendiri termasuk diminta untuk menyampaikan kesaksian atau testimoni. Yang memimpin tahlil dan doa Ustaz Lili Chumaedi.
Media & Tulisan terakhir
Semalam, saya menceritakan, Tabloid C&R menjadi media pers terakhir Rosihan Anwar berkarya dengan menulis kolom secara teratur sekali sepekan di dalam rubrik “ Halo Selebriti”. Pak Ros juga mengantongi kartu pers sebagai wartawan Tabloid Cek & Ricek” yang saya tandatangani. Jangan salah, beliau meminta sendiri kartu itu, untuk ” jaga-jaga”, katanya. Entah apa maksudnya. Tapi saya bangga.
BACA JUGA: Bertabur Bintang Jelang Ramadan
Rubrik Halo Selebriti memang sering diasosiasikan hanya bicara tentang artis dan dunia hiburan semata. Padahal, rubrik itu selama 13 tahun, dimulai sejak terbit pertama kali 24 Agustus 1998 hingga Pak Ros wafat, delapan puluh prosen isinya justru mengkritisi kebijakan pemerintahan Presiden Habibie, Megawati, Gus Dur, hingga SBY. Sampai Pak Ros wafat, saya merahasiakan kepadanya betapa setiap Tabloid terbit saya harus menghadapi protes kiri kanan dari pihak-pihak yang dikritisi di ” Halo Selebriti”. Bahkan, ada yang sampai mengancam saya untuk menutup rubrik itu. Tentu saja ancaman semacam itu tidak pernah saya layani. Tak satu huruf pun saya pernah mau mengoreksi tulisan beliau, walau waktu membacanya sebelum terbit, hati ketar – ketir juga.
Saya pun menolak ketika beliau sendiri meminta saya memberi pengantar pada tulisan terbarunya, yang dia rampungkan beberapa saat sebelum dilarikan ke RS MMC, pada 7 Maret 2011 “ Tolong kasih pengantar, itu tulisan terakhir saya,” kata Pak Ros — melalui sambungan telepon dari ruang perawatannya di RS, waktu itu. Dan, itu memang menjadi tulisan terakhirnya.

Dalam acara kenangan
” Seabad Rosihan Anwar “, saya juga menambahkan kesaksian mengenai peristiwa bersejarah Penyerbuan Kantor PDI ( Partai Demokrasi Indonesia) Jalan Diponegoro pada 27 Juli 1996. Malam sebelum peristiwa itu, kami — saya, Pak Ros, dan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) ABRI, Mayjen Amir Syarifuddin bersantap di Resto Ayam Goreng Nyonya Suharti di jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat. Jendral Amir Syarifuddin yang punya inisiatif itu. Dia meminta saya mengenalkannya dengan Pak Rosihan Anwar. Di sela-sela bersantap, Pak Ros menyampaikan keluhan kepada Pak Amir. Demo – demo yang terjadi di kantor PDI menggagunya karena kerumunannya berimbas ke depan kediaman beliau di jalan Surabaya. Pertemuan malam itu diakhiri dengan kami bertiga terjun cek ke lapangan, menumpang mobil saya. Saat melintas di depan kantor PDI, separuh ruas jalan ditutup digunakan untuk acara pengajian. Waduh! Bagaimana ini? Tiba-tiba Jendral Amir seperti “keceplosan” bicara sendiri. Instink wartawan Pak Ros bekerja. Esok pagi Pak Ros jogging di kawasan itu, dan benar : hari itulah terjadi penyerbuan kantor PDI. Pak Ros menulis peristiwa itu esoknya di Harian Kompas. Menurut ceritanya, Amir berada di lokasi, dan bersyukut mengenalinya. Amir langsung mengamankan Pak Ros ke pos jaga rumah almarhum Jendral Sugandhi.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi