Berbagai upaya untuk mendongkrak populartas Puan sudah dilakukan tapi hasilnya masih nihil. Ibarat mendorong mobil mogok, posisi Puan bergeming tidak bergerak. Program baliho massal sudah diinstruksikan kepada seluruh kader PDIP, dan baliho bergambar Puan bertebaran di berbagai sudut kota-kota besar.
Alih-alih meningkatkan popularitas baliho Puan malah memantik reaksi negatif. Tema-tema baliho yang jargonis dan tidak kreatif malah memunculkan cibiran dari publik. Tema ‘’kepak sayap kebhinekaan’’ yang menjadi tagline baliho Puan tidak mendapatkan respons positif, tapi malah dijadikan bahan ledekan. Poster pedagang makanan dengan tema ‘’kepak sayap empon-empon’’ yang menyindir Puan malah lebih viral di media sosial ketimbang versi asli baliho Puan.
BACA JUGA: Anies dan Jokowi
Upaya untuk mendekatkan Puan yang dianggap elitis kepada rakyat malah menjadi bumerang. Baliho Puan menanam padi di sawah di tengah hujan maunya dimaksudkan untuk menggambarkan kedekatan Puan dengan petani. Yang terjadi malah kritik luas karena baliho dianggap aneh karena menampilkan Puan menanam padi di musim hujan.
Puan tentu juga mencoba peruntungannya di media sosial, tapi sia-sia. Mengejar popularitas Ganjar yang sudah punya follower hampir 5 juta tentu bukan perkerjaan mudah. Unggahan-unggahan Ganjar setiap saat mendapatkan jempol dan komentar positif, sementara Puan selalu susah payah untuk mendapatkan perhatian netizen.
Pundit politik menyebut Puan tidak hanya menyerang Ganjar sebagai pilitisi GGS. Beberapa politisi lain yang jadi sasaaran Puan adalah Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Sandiaga Uno. Kebetulan para politisi ini berwajah ganteng dan menarik. Mereka juga fasih bermain di media sosial.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi