SAMPANG–KEMPALAN: Dukungan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menjadi Presiden RI terus mengalir. Dukungan juga datang dari para ulama dari Madura, Jawa Timur.
“Tentunya sangat mendukung sekali. Jawa Timur ini kan lumbung,” jelas Ketua Majelis Silaturrahim Ulama Sampang (Majsus) KH Yahya Hamiduddin, Minggu, 24 April 2022.
Baginya ada banyak pertimbangan kenapa mendukung mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu menjadi pemimpin nasional pasca Pemerintahan Jokowi. Salah satunya adalah keberhasilan Anies membangun Jakarta.
“Track record beliau yang alhamdulillah sangat baik dalam menata Jakarta. Ini kan sangat penting. Yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin bangsa ini ke depan seperti figur Pak Anies ini,” kata Kiai Yahya yang juga Ketua Barisan Santri dan Alumni (BSA) Pondok Pesantren Sampang ini.
Soal siapa yang sebaiknya menjadi figur pendamping Anies sebagai cawapres, Kiai Yahya tidak begitu mempersoalkan. Yang penting bisa memberikan nilai tambah dalam pemenangan Anies Baswedan.
“Sekarang kan harus ada kalkulasi politik yang betul-betul jitu. Kita bukan hanya butuh kartu. Tapi juga harus dapat nilai tambah. Kalau nanti pendampingnya mengurangi, kan enggak enak juga. Kasihan,” bebernya.
Namun baginya pembicaraan cawapres Anies itu masih terlalu dini. Yang paling mendesak saat ini adalah memastikan partai apa yang akan mengusung mantan rektor Universitas Paramadina tersebut.
“Ini kan masih jauh. Yang penting hari ini bagaimana kita menyelamatkan Pak Anies agar Pak Anies bisa mendapat kendaraan. Nanti dengan siapa, dengan siapa, tinggal diatur,” tegasnya.
Pada sisi lain, Kiai Yahya menambahkan 14 pesantren se-Sampang yang tergabung dalam Barisan Santri dan Alumni (BSA) Pondok Pesantren Sampang akan mengundang Anies untuk menghadiri acara “Zikir dan Do’a Bersama untuk Negeri” pada 4 Mei 2022 mendatang.
Kegiatan yang rutin setiap 3 Syawal hijriah yang tahun ini kemungkinan jatuh pada 4 Mei biasanya dihadiri sekitar dua ribu orang. Massa yang datang semakin membeludak kalau Anies bisa hadir.
“Kalau beliau hadir, kiai-kiai se-Madura bisa datang itu,” ucap pimpinan Pondok Pesantren Al-Furjani ini.
Namun dia menyadari bahwa Anies saat ini masih menjabat sebagai gubernur. Dia tidak ingin nanti malah dipersepsikan negatif.
“Saya juga menjaga, apalagi beliau masih aktif. Jangan sampai ada kesan, nanti bisa terperosok jurang. Saya paham,” ungkapnya.
Meski demikian, dia berharap Anies bisa menghadiri kegiatan “Zikir dan Do’a Bersama untuk Negeri” tersebut. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi