MADRID-KEMPALAN: Keributan antarpemain mewarnai penghujung laga Atletico Madrid di Estadio Wanda Metropolitano, Madrid, saat menghadapi Manchester City dalam second leg fase perempat final Liga Champions, Rabu (14/4).
Bek Atletico yang juga mantan pemain City Stefan Savic jadi aktornya. Savic menyeret pemain City Phil Foden yang kesakitan ke luar lapangan setelah ditekel Felipe. Maksudnya agar laga itu bisa dilanjutkan karena ATM butuh gol.
Aksi Savic itu pun menuai reaksi dari pemain City. Pemain cadangan City Oleksandr Zinchenko coba mencegahnya, diikuti pemain-pemain City lainnya. Sehingga, keributan antarpemain terjadi saat itu.
BACA JUGA: Menuju Trilogi LFC – City
Savic terlibat aksi saling dorong dengan bek City Nathan Ake. Tak berhenti sampai di situ, Savic pun bersitegang dengan pemain sayap City Jack Grealish. Dalam tayangan ulang, tampak pemain termahal City itu mengucapkan sesuatu kepada Savic.
Spontan, pemain 31 tahun itu pun menjambak rambut Grealish. Gara-gara aksinya itu, Savic pun dihadiahi kartu kuning. Sedangkan Felipe diusir dari lapangan karena pelanggaran kerasnya pada Foden.
Kata-kata Grealish itu yang disebut-sebut jadi “kompor” di balik memanasnya emosi Savic pada saat itu. Ternyata, pemain yang saat first leg di Etihad Stadium, Manchester, sepekan lalu sempat jadi bahan bully pemain ATM itu mengucapkan kata-kata umpatan kepada Savic.
BACA JUGA: City Menang Satu Gol dari Atletico Yang Main Bertahan, Ini Rahasia Pep
Jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, umpatan Grealish kepada Savic itu artinya kira-kira: “Hei Savic, kamu itu bodoh”.
Pantas saja, gara-gara ucapan itu Savic pun naik pitam. Dia melampiaskan amarahnya itu dengan mengejar Grealish begitu peluit panjang dibunyikan dan saat Grealish berjalan menuju ke tunnel Wanda Metropolitano.
Begitu panasnya, sampai-sampai beberapa petugas kepolisian juga ikut berlari menuju ke tunnel untuk mengamankan kedua pemain tersebut. ’’Aku tak tahu apa yang terjadi di dalam tunnel saat itu. Aku masih berada di lapangan ketika insiden itu terjadi,’’ ungkap kiper ATM Jan Oblak kepada Movistar.
Di sisi lain, Sime Vrsaljko, pemain ATM lainnya, melemparkan benda ke arah rombongan skuad City. Fullback City Kyle Walker sempat terpancing. Untungnya kiper City Ederson Moraes saat itu mampu mengendalikan emosi Walker.
Oblak menuding, kepemimpinan wasit Daniel Siebert dari Jerman yang turut jadi penyebabnya. ’’Mereka (pemain City) membuang-buang waktu seperti itu, dan mereka pun mengambilnya dari kami, sangat disayangkan jika semuanya berakhir seperti ini,’’ keluh Oblak. (Mundo Deportivo, Yunita Mega Pratiwi)
Rekaman Insiden dalam tunnel Estadio Wanda Metropolitano

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi