End game adalah akhir kejahatan yang pupus karena dikalahkan oleh kekuatan para superhero. Demonstrasi end game dimaksudkan sebagai sindiran terhadap Jokowi yang segara bakal menghadapi masa akhir kekuasaannya. Jokowi pernah membuat referensi dengan film Avengers dengan mengggambarkan dirinya sebagai superhero yang akan mengalahkan Thanos yang jahat.
Seruan demonstrasi end game ternyata hoax. Tidak ada satu orang pun yang muncul untuk mengikuti demonstrasi. Kendati begitu polisi dan aparat keamanan bersiaga penuh untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi demonstrasi end game. Polisi pun memburu si penyebar hoax end game.
BACA JUGA: Pak Bill dan Pak Amien
Kali ini tidak ada tema end game. Tetapi tuntutan terhadap Jokowi untuk mundur bermunculan. Selama ini gerakan mahasiswa yang muncul masih terlihat sporadis dan terfragmentasi. Gerakan 11 April akan membuktikan apakah gerakan mahasiswa sudah bisa terkonsolidasi.
Kondisi ekonomi nasional dan internasional sedang tidak berpihak kepada Jokowi. Berbagai kesulitan ekonomi yang muncul beberapa waktu belakangan ini akan menjadi faktor delegitimasi bagi pemerintahan Jokowi. Selama ini Jokowi mendapatkan legitimasinya sebagai ‘’bapak pembangunan infrastruktur’’. Tetapi, dengan kondisi ekonomi yang sulit seperti sekarang proyek-proyek infrastruktur Jokowi harus disisihkan untuk lebih berkonsentrasi pada pembenahan kebutuhan pokok.
Selama 32 tahun memerintah Indonesia, Presiden Soeharto membangun legitimasi sebagai ‘’bapak pembangunan’’. Soeharto mendapatkan legitimasinya karena berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang stabil pada kisaran 7 persen setiap tahun. Dengan pertumbuhan ekonomi yang konsisten itu Indonesia masuk dalam kategori NIC, new industrialised country, negara industri baru dan dijuluki sebagai salah satu macan Asia.
BACA JUGA: Malioboro
Pembangunan fisik menjadi andalan Soeharto. Ekonomi yang stabil membuat harga-harga kebutuhan pokok terjangkau oleh rakyat. Pada era Soeharto Indonesia berhasil memenuhi kebutuhan beras sendiri melalui program swasembada. Soeharto juga memberi prioritas kepada pendidikan dengan menyediakan sekolah-sekolah gratis.
Pembangunan ekonomi yang masif harus ditopang oleh stabilitas sosial-politik yang kokoh. Karena itu Soeharto menempatkan stabilitas sebagai hal yang mutlak sebagai dasar pembangunan ekonomi. Itulah yang kemudian menjadi ‘’trade-off’’ imbal balik yang harus dibayar oleh rakyat Indonesia. Pembangunan fisik maju, tetapi pembangunan demokrasi terbengkalai.
Pemerintahan totaliter ala Pak Harto akan mudah kehilangan legitimasi ketika muncul problem ekonomi. Itulah yang dialami rezim Orde Baru pada 1997 ketika muncul krisis moneter yang melanda Asia. Fundamen ekonomi Indonesia ternyata tidak kokoh ketika menghadapi krisis moneter yang membuat mata uang rupiah anjlok berhadapan dengan dolar.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi