Liam Then
Indonesia orientasi politik luar negeri nya keliatan masih netral. Kalo dipandang dalam segi ekonomi, bisa jadi. Tapi harus dicermati, ekspansi China dalam ekonomi begitu masif, jalur sutra barunya, membidik seluruh dunia, dengan China sebagai episentrum di masa depan. Ekspansi ekonomi China ada di mana-mana. Tidak di Indonesia saja. Karena sampai saat ini hanya pengusaha China yang mau repot demi profit. Amerika, Eropa, Jepang, pengusahanya tak mau repot. Maunya yang gede-gede ataupun yang praktis. Kemudahan dan profit berindustri di China bikin banyak pengusaha bikin pabrik di China. Tesla, Apple, IBM, Nokia, Blackberry, Samsung, sebut saja industri besar Amerika, Eropa dan lain sebagainya. Hampir semua punya pabrik di China. Bahkan saking ekspansifnya China. Banyak upaya membeli kepemilikan saham di Amerika, Eropa, Australia, harus dikekang aparat di sana karena sangat ekspansif.
alasroban
Kalau situasi politiknya tak pernah stabil dan baku hantam terus. Kapan mbangun ekonomi-nya Pakistan ? Kesalip sama pecahannya – Bangladesh. Yang ekonominya menggeliat tak terbendung.
Amat Kasela
Untuk pihak oposisi, ambil saja palu pimpinan sidang. Biar ramai. Kaya di negara tetangga Timur Leste. Xixixixixixi
Di Ukraina, pelawak jadi presiden. Di Pakistan, atlet kriket jadi presiden. Di USA, pernah dipimpin presiden yang seorang aktor : Ronald Reagan. Di Filipina, ada Joseph Estrada. Indonesia? Anda sudah tahu. Hidup. Nasib orang siapa yang tahu.
Aji Muhammad Yusuf
Dan karena amerika tidak happy dengan imran maka investor asing ngamuk terus ngeborong saham di BEI. Perang masih belum kelar tapi ihsgnya alth. Ok, kenaikan ini karena adanya efek rencana perundingan putin dan zelensky. Ini goto tiap hari juga spam di hp lewat sekuritas (wkwk).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi