KOLOMBO-KEMPALAN: 26 Menteri atau keseluruhan anggota kabinet Sri Lanka telah mengudurkan diri dari jabatannya setelah adanya protes anti-pemerintah yang semakin besar.
26 Menteri tersebut turun dari jabatkannya pada Minggu (3/4) malam waktu setempat.
Hal tersebut dikonfirmasi oleh Menteri Pendidikan yaitu Dinesh Gunawardena.
“Semua menteri Sri Lanka telah memberikan surat pengundurannya sehingga Presiden bisa membentuk kabinet baru” ucap Gunawaderna.
Kemunduran tersebut terjadi setelah adanya kemarahan dari publik karena semakin langkanya pangan, bahan bakar dan obat-obatan.
Tingkat inflasi juga sedang berada dalam tingkat tertinggi sejak Sri Lanka merdeka pada tahun 1948.
Dengan adanya hal tersebut, warga Sri Lanka kemudian mendesak rezim Sri Lanka yang berasal dari Keluarga Rajapaksa yang kembali menjabat pada tahun 2019 untuk segera mundur.
Warga Sri Lanka sudah melakukan protes sejak beberapa hari terakhir dan pada Minggu (3/4), pemerintah menutup semua akses ke sosial media.
Pasukan bersenjata juga diturunkan untuk menghentikan protes yang dihadiri ribuan orang di tengah kota.
Koalisi oposisi di Sri Lanka yaitu Samagi Jana Balawegaya (SJB) mengecam tindakan penutupan sosial media dan mendesak rezim pada saat ini untuk segera mundur.
(Muhamad Nurilham, Aljazeera)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi