Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka
“Wa rabbuka yakhluqu mā yasyā`u wa yakhtār, mā kāna lahumul-khiyarah,” QS: Al-Qashash, 68.

Catatan: Hambali Rasidi, kontributor kempalan
Jalan hidup manusia sudah ditentukan. Manusia tak punya hak memilih.
Itulah yang dialami Raden Bagus (RB) Fattah Jasin. Kalah sebagai Cabup di Pilkada Sumenep, tapi ia terpilih sebagai Wabup Pamekasan lewat pergantian antar waktu (PAW) di DPRD Pamekasan.
Kekosongan kursi Wabup Pamekasan setelah Raja’ie meninggal dunia pada 31 Desember 2020, mendorong adanya PAW Wabup.
Senin 28 Maret 2022. Sebanyak 43 anggota DPRD Pamekasan memilih Calon Wabup yang diusulkan partai pengusung Paslon terpilih di Pilkada Pamekasan 2018.
Fattah Jasin dan Agus Mulyadi yang diusulkan sebagai Cawabup untuk dipilih anggota DPRD. Akhir pemilihan itu, Fattah Jasin mengantongi 39 suara sah. Sedangkan Agus Mulyadi hanya meraih 3 suara sah. Hanya ada satu suara yang dinyatakan tidak sah. Sebanyak 2 anggota DPRD tak hadir.
Fattah Jasin hanya menunggu pelantikan sebagai Wabup Pamekasan. Usai pemilihan, ia menandatangani berkas berita acara calon wakil bupati bersama semua panitia pemilih (Panlih) dan saksi karena pemilih memenuhi koorum seperti yang diamanatkan undang-undang.
Fattah Jasin kepada media yang menemui usai pemilihan, menyebut: jabatan Wabup bagian dari mendukung penuh kinerja Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam.
Memang, hubungan Fattah Jasin dan Bupati Baddrut terajut lama. Kemitraan itu terjalin saat Baddrut menjabat anggota DPRD Jatim. Fattah Jasin menjadi pejabat Pemprov Jatim.
Hubungan baik itu dilanjut saat Kabupaten Pamekasan akan menggelar Pilkada 2018. Kekosongan jabatan Bupati Pamekasan diisi Fattah Jasin sebagai penjabat (Pj) Bupati Pamekasan setelah ditunjuk Gubernur Jatim Soekarwo.
Penunjukan Fattah Jasin sebagai Pj Bupati Pamekasan tentu tak secara tiba-tiba turun dari langit. Ada proses yang sulit dijabarkan lewat tulisan ini.
Yang pasti. Peran Pj Bupati Pamekasan Fattah Jasin dinilai banyak pengamat lokal Pamekasan ikut berkonstribusi atas kemenangan Paslon Berbau (Baddrut Raja’ie) melawan Paslon Kholifah (KH Kholilurrahman-Fathorrahman) di Pilkada Pamekasan 2018 lalu.
Hubungan mesra Fattah Jasin dengan Baddrut berlanjut di Pilkada Sumenep 2020. Baddrut sebagai pengurus DPW PKB Jatim dan Korda Madura mendukung Fattah Jasin yang putra asli Sumenep agar Nyalon Bupati (Nyabup) dari PKB berpasangan dengan KH Ali Fikri dari PPP.
Namun, pasangan Barokah (Fattah Jasin-Kiai Fikri) kalah sekitar 3% dari pasangan Fauzi-Eva yang diusung PDI-P, Gerindra, PKS dan PAN.
Namun, jalan hidup tak ada yang menduga. Pasca Pilkada Sumenep 9 Desember 2020. Wabup Pamekasan Raja’ie meninggal dunia.
Kekosongan jabatan Wabup itu, seperti magnet untuk mengajak Fattah Jasin mendampingi Bupati Baddrut yang masa kerjanya tinggal setahun sekian bulan.
Pilihan Bupati Baddrut kepada Fattah Jasin tentu berdasar berbagai pertimbangan rasional. Maklum, Fattah Jasin sudah kenyang di dunia birokrasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Fattah Jasin berkarir di Pemerintah Provinsi Jatim lebih 30 tahun. Fattah Jasin mengawali karir dari Kabiro Ekonomi Pemprov.
Lalu menjabat Kepala Dinas Koperasi & UMKM. Asisten Gubernur Bidang Ekbang. Kemudian menjabat Kepala Bappeda Provinsi Jatim, Kadis Perindag dan menjabat Kadishub Jatim sebelum memilih mundur Bakorwil Madura untuk Nyabup di Sumenep.
Di Sumenep, Dr. Ir. H. RB Fattah Jasin, M.S, nama lengkap Fattah Jasin dipanggil Gus Acing. Panggilan populer itu karena ia merupakan putra dari pasangan Drs. R.P. Moh Taha, mantan sekda Sampang dan Roro (R) Kunti, ibu Fattah Jasin.
Dari jalur ibu, Fattah Jasin memiliki garis keturunan ulama dan Raja Sumenep. Itu dari Kiai Zainal Abidin, putra Bindara Ibrahim Batu Ampar-saudara kandung Kiai Abdullah Batu Ampar-ayah Bindara Saod, kakek dari Sultan Abdurrahman.
Kiai Zainal Abidin mempunyai putri bernama Raden Ayu Panji Martarejo. Lalu memiliki putra bernama R Kawindrorejo yang melahirkan putri bernama R Kunti (ibu Fattah Jasin).
Dari jalur ayah. Fattah Jasin merupakan keturunan dari Raja Sumenep, sebagaimana dicatat oleh keluarga Fattah Jasin, Raden Bagus (RB) Farhan.
RB Farhan menulis dalam catatan itu bersambung dari saudara kandung RA Khadijah (istri Sultan Abdurrahman) bernama Pringgoloyo.
Sultan Abdurrahman memperistri Nyai Kanjeng Fatimah, putri Suradi Benggolo V (Adipati Semarang).
Saat Sultan Abdurrahman menjadi Adipati Sumenep, kakak ipar (Pringgoloyo,red) didaulat sebagai Patih Sumenep.
Pringgoloyo memiliki putera bernama Mangkukusumo I. Lalu, memiliki putera RP. Joyobroto, memiliki putera RP. Moh. Taha, ayah Gus Acing alias Fattah Jasin. (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi