Jumat, 8 Mei 2026, pukul : 16:04 WIB
Surabaya
--°C

Menangi Grand Prix Indonesia, Begini Kunci Miguel Oliveira

LOMBOK TENGAH-KEMPALAN: Pembalap tim Red Bull KTM Factory Racing Miguel Oliveira menjelaskan kunci suksesnya menaklukkan lintasan basah Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, untuk memenangi MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia, Minggu (20/3).

Start dari grid ketujuh, pembalap berkebangsaan Portugal tersebut membalap di GP Indonesia dengan sangat baik. Dalam kondisi lintasan basah seusai hujan deras, Oliveira yang start dari grid ketujuh mampu melesat ke posisi terdepan.

BACA JUGA: Sosok Ini Yang Dianggap Bastianini Berperan Besar dalam Karirnya di MotoGP

Sempat berduel dengan Jack Miller (Ducati Lenovo), usai 20 lap, Miguel Oliveira akhirnya berhasil menjadi pembalap pertama di kelas MotoGP yang mampu memenangi balapan di Mandalika.

Bagi Red Bull KTM, itulah kemenangan keenam mereka MotoGP (2 oleh Brad Binder, 4 lewat Oliveira ).

Berkat kemenangan di Mandalika, Red Bull KTM kini memimpin klasemen tim. Binder – finis P2 di Qatar dan P8 di Indonesia – menempati P2 klasemen pembalap sedangkan Oliveira keempat. KTM pun untuk kali pertama memucaki klasemen pabrikan.

BACA JUGA: Belajar dari Tes Pramusim, Ini Yang Dilakukan Sebelum MotoGP 2022

“Untuk balapan di Mandalika ini, menemukan feeling tepat pada ban hujan sejak start, sangatlah krusial,” tutur pembalap yang berusia 27 tahun tersebut.

“Tanpa start sangat bagus yang saya lakukan, rasanya mustahil saya bisa finis cukup jauh di depan. Itu karena jarak pandang yang sangat terbatas karena cipratan air yang kuat dari ban para pembalap di depan.

BACA JUGABikin Bangga, Alasan Produk Indonesia Ini Sponsori Tim Gresini dalam MotoGP 2022

Sempat berada di belakang Jack Miller juga menjadi keuntungan tersendiri bagi Miguel Oliveira. Ia mengaku menjadikan pembalap Australia itu sebagai referensi, utamanya saat pengereman.

“Awalnya, Miller mengerem sedikit lebih lambat daripada saya. Jadi, saya tahu seberapa jauh saya harus mengerem tanpa mengambil risiko terlalu besar (terjatuh) atau tertinggal saat keluar tikungan,” kata Oliveira.

“Setelah itu, tinggal masalah mengatur ritme balapan untuk menjaga level keausan ban belakang. Set up motor juga sangat pas untuk menghadapi kondisi seperti ini.” sambung pemenang Grand Prix MotoGP seri terakhir musim lalu itu.

Miguel Oliveira juga mengaku cukup nyaman di atas motor pada FP1 dan FP3, saat kondisi lintasan Mandalika separuh basah. Dari situlah para teknisi dan mekanik Red Bull KTM mengatur setelan motor untuk trek basah.

“Saya juga merasa kuat di lintasan kering. Tetapi di trek kering, balapan akan lebih sulit sekaligus menantang karena sirkuit ini tidak dikenal sebelumnya oleh para pembalap,” kata Oliveira.

“Jika kondisi normal (panas), pasti akan sangat melelahkan. Ban juga akan bekerja lebih berat. Meskipun begitu, saya sejatinya merasa nyaman dalam semua kondisi.” tegasnya. (Motorsport, Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.