Tapi, Kadis Agus lupa. Atau belum mendengar. Jika ada tenaga kesehatan di Puskesmas Nonggunong yang mendapat honor bulanan paling banyak Rp 200 ribu. Uang itu diterima per tiga bulan.
Miris mendengar keluhan si bidan itu. Berstatus honorer, tapi tugas dan tanggung jawabnya sama dengan bidan yang berstatus PNS.
Ada banyak bidan honorer di Puskesmas Nonggunong yang menerima Rp 600 ribu per tiga bulan. Statusnya Honorer Puskesmas. Tapi diperbantukan di beberapa Polindes, yang kosong bidan PNS-nya.
Seperti Polindes Tanah Merah, dan Sokarame Paseser. Polindes Rosong dan Talaga. Polindes Manok, Polindes Pulau Pajengan, dan Polindes Sonok. Polindes ini kosong bidan PNS-nya. Lalu diisi Bidan Honorer.
Ulfatun Hasanah, salah satu Bidan Honorer itu. Dia pernah bercerita. Sejak 2020 dipindah tugaskan ke Polindes Tanah Merah bersama temannya. Di Polindes itu, ada dua Bidan Honorer. Tugas dan tanggung jawabnya sama dengan bidan PNS. Seperti laporan bulanan ke dinas.
“Tugas sama dengan bidan PN, buat laporan ini dan itu, tapi honor Rp 600 ribu per tiga bulan,” timpal suami Ulfatun mendampingi istrinya, saat ketemu, beberapa waktu lalu.
Ulfatun sejak 2015 menjadi Bidan Honorer di Puskesmas Nunggunong. Per tiga bulan Rp 600 ribu, tak pasti. Kadang kurang. Kadang lebih dikit. Tergantung volume visitasi di Puskesmas.
Honor Rp 20p ribu per bulan dijalani Ulfatun dengan ikhlas. Besaran honor itu diterima lapang dada untuk menafkahi sang anak yang sudah berumur 6 tahun. Sang suami, Ipunk- sebagai petani dan kerja serabutan juga menerima nasib yang dialami sang istri.
Ulfatun hanya berharap. Pengabdian dirinya bersama teman Bidan Honorer lainnya bisa direkrut sebagai Bidan Honor Kontrak. Entah kontrak pusat atau kontrak kabupaten.
“Syukur-syukur diangkat PNS,” ucap Ulfatun, tersenyum. (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi