Menu

Mode Gelap

kempalanews · 15 Jan 2022 05:50 WIB ·

HKI Kemenkumham RI dan Perlindungan Hak Cipta Akui Empat Budaya Lokal Sidoarjo


					Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor bersama Penggerak seni budaya menerima sertifikat dari HKI. Perbesar

Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor bersama Penggerak seni budaya menerima sertifikat dari HKI.

SIDOARJO – KEMPALAN : Pemkab Sidoarjo mendaftarkan empat produknya yakni kupang lontong, Tari Banjar Kemuning, musik Patrol dan Udeng Pacul Gowang dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Dirjen Kekayaaan Intelektual Kemenkumham RI. Pagi tadi surat pencatatan inventaris Kekayaan Intelektual Komunal Dirjen Kekayaaan Intelektual Kemenkumham RI diserahkan langsung oleh Plt. Dirjen Kekayaan Intelektual Ir. Razilu M.Si kepada 4 orang komunitas usaha yang didampingi Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor S.IP di Pendopo Delta Wibawa, Jumat (14/1).

Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor bangga empat produk budaya Sidoarjo telah memiliki Hak Cipta dan Kekayaan Intelektual Komunal. Hal tersebut sebagai bentuk pengakuan dan penghargaan bagi Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya hal semacam ini akan menjadikan pelecut bagi Kabupaten Sidoarjo untuk memetakan semua potensi yang ada.

“Ini merupakan kebanggaan bagi kami sekaligus pelecut bagi Kabupaten Sidoarjo untuk memetakan semua potensi asli Sidoarjo,”ucapnya.

Seni budaya Tari Banjar Kemuning.

Dikatakannya masih banyak potensi daerah yang bisa didaftarkan HKI. Namun usaha untuk mendapat pengakuan itu masih belum optimal. Dirinya akan terus mendorong agar semakin banyak produk Sidoarjo mendapatkan HKI. Apalagi Kabupaten Sidoarjo terkenal sebagai kota UMKM. Minimal satu produk satu HKI.

“Pendaftaran hak kekayaan intelektual perlu didorong lagi, minimal satu sehingga barang yang dimiliki Sidoarjo tidak diakui oleh daerah lain,”ucapnya.

Sementara itu Plt. Dirjen Kekayaan Intelektual Ir. Razilu mengatakan HKI menjadi indikator utama menentukan peradaban suatu bangsa. Dikatakannya bangsa-bangsa yang maju sangat menghargai kekayaan intelektual. Menurutnya kekayaan intelektual juga menjadi ciri negara maju.

Seni Musik Patrol

“Di Indonesia kita mulai menata hal itu untuk menghargai kekayaan intelektual,”ucapnya.

Razilu mengatakan sosialisasi maupun seminar HKI akan terus dilakukan. Hal itu untuk mewujudkan Indonesia maju 2024 melalui keberagaman kekayaan intelektual yang dimilikinya. Dikatakannya kekayaan intelektual juga sebagai alat pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut terbukti ekonomi kreatif tidak terkena dampak dari pandemi Covid-19.

“Kalau kita tidak melirik kekayaan intelektual atau bahkan mengesampingkan saya bisa pastikan (Indonesia) tidak bisa maju,”ucapnya. (Ambari Taufiq).

Editor: Muhammad Tanreha

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Peringati Hari Gizi Nasional, Ini Pesan Wabup kepada Siswa SD Muhamadiyah Gresik

21 Januari 2022 - 15:18 WIB

Tingkatkan Kualitas Produk Urban Farming, Pemkot Surabaya Kolaborasi dengan UK Petra

21 Januari 2022 - 12:47 WIB

Anis Ambiyo: Sosok Ketua Umum KONI Jatim Harus Sinergi dengan Cabor dan KONI Daerah

21 Januari 2022 - 09:37 WIB

Bayu dan Emil Sama-Sama Optimistis Bakal Terpilih Pimpin Demokrat Jatim

21 Januari 2022 - 08:33 WIB

Musda Demokrat Jatim Berakhir, Nasib Emil dan Bayu di Tangan DPP

21 Januari 2022 - 04:53 WIB

AHY: Musda Ini Forum Konsolidasi, Bukan Forum Polarisasi

20 Januari 2022 - 21:03 WIB

Trending di kempalanews