Berbeda seandainya kalau Ganjar mengambil tanah dari Wadas, maka selain ada pesan peristiwa budaya ada pesan lain yang sangat kuat, bahwa ibu kota Nusantara tak boleh lagi memarjinalkan kelompok kecil. Ibu kota harus adil memperlakukan semua warganya. Sayangnya Ganjar tidak mampu melihat Wadas sebagai ruh perjuangan bila menjadi pemimpin, pemimpin yang mengayomi, melindungi dan menyejahterakan.
Hal berbeda justru dilakukan oleh Anies, Anies mampu melihat panggung IKN tidak sekadar sebagai panggung peristiwa budaya, tapi Anies mampu memanfaatkan sebagai sebuah tempat yang memberi tambahan nilai untuk mengingatkan kembali bahwa ibu kota negara adalah tempat presiden bertugas, sebagai ibu kota maka presiden harus mampu mengayomi, melindungi dan menyejahterakan rakyatnya.
Secara sombolis untuk pesan itu, Anies membawakan tanah dan air dari Kampung Akuarium. Apalagi dalam pengambilan tanah dan air tersebut, Anies dibantu oleh kaum ibu dari Kampung Akuarium untuk mendapatkannya. Anies ingin mengatakan bahwa Ibu Kota Negara harus adil dalam memperlakukan rakyatnya, Ibu Kota Negara tidak boleh memarjinalkan warganya, membangun negara tidak bisa hanya dilakukan oleh seorang pemimpin saja atau segolongan saja, membangun negara harus melibatkan seluruh warga negara.
BACA JUGA: Bangkit Melawan Menangkan Anies Baswedan
Lebih jauh Anies juga ingin menyiratkan pesan bahwa warganegara akan mudah dipersatukan kalau mereka diperlakukan dengan adil, diberikan kesejahteraan sehingga akan tercipta perdamaian dan persatuan yang kokoh.
Makna simbolis yang disampaikan Anies ternyata menjadi magnet yang luar biasa bagi masyarakat Kalimantan yang kelak akan menjadi tempat didirikannya Ibu Kota Nusantara. Kedatangan Anies di Bandara Balikpapan mencuri perhatian masyarakat, Anies disambut dan dielu elukan oleh warga. Setiap jengkal Anies melangkah, selalu disambut dengan histeria masyarakat.
Anies sejak keberangkatannya dari Jakarta dan mengambil tanah dan air dari Kampung Akuarium, ibarat pemain bola yang mampu menciptakan gol-gol indah di jala lawan. Panggung IKN seolah menjadi stadion Anies melakukan selebrasi dengan pesan-pesan indah dan menukik.
Anies telah menjadi maestro dalam panggung IKN dengan mampu menghadirkan permainan yang apik dan mencuri skor dari lawan.
Anies menunjukkan kelasnya sebagai seorang pemimpin, di panggung IKN Anies melakukan selebrasi yang indah dengan pesan-pesan keadilan, kerakyatan dan kolaborasi.
Selamat kepada Mas Anies, meski panggung itu milik Jokowi, ternyata Mas Anieslah bintangnya. (*)
Editor: Muhammad Tanreha

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi