Jumat, 8 Mei 2026, pukul : 08:42 WIB
Surabaya
--°C

Nama & Peristiwa di 5 Benua Dalam Buku “Granada, Menangislah ..”

Judul Buku : Granada Menangislah..
Penulis         : Asro Rokan Kamal
Penerbit       : PT. Grafindo
Tahun           : 2022
Peresensi     : Ilham Bintang

KEMPALAN: Sampai sekarang, wartawan memang masih satu dari hanya empat profesi yang diakui publik.

Penghargaan itu tentu terkait peran para wartawan pendahulu yang dalam sejarah Indonesia, boleh dibilang memang banyak hal. Tidak hanya jadi pelapor (reporter). Tapi mereka umumnya seniman, sastrawan, dramawan, politikus, dan tokoh pergerakan nasional yang ikut mendirikan republik ini. Dalam sejarah perfilman nasional,

Saeroen (1920an–1962) adalah jurnalis dan penulis pertama yang menulis cerita dan skenario film Indonesia.

Pada pertengahan tahun 1930-an Saeroen mendirikan koran harian Pemandangan dengan Raden Haji Djunaedi dan menulis editorial dengan nama Kampret. Ketika koran tersebut dibubarkan dia masuk ke industri perfilman dan memulai debutnya dengan menulis cerita dan skenario film “Terang Boelan” (1937) yang diproduksi Albert Balink.

BACA JUGA: Hanya Negara Lemah Demokrasi yang Tunda Pemilu karena Pandemi

Bapak Perfilman Indonesia, Usmar Ismail, juga seorang wartawan, Ketua Umum PWI, yang sangat dhormati. Di dunia pers dan politik tercatat dalam tinta emas nama-nama harum seperti Haji Agus Salim, Adam Malik, BM Diah, Rosihan Anwar, Mochtar Lubis, Manai Sophiaan, untuk menyebut beberapa nama.

Asro Kamal Rokan tampaknya mendapat “titisan” itu. Sebagai wartawan dia sudah pernah sampai di puncak karir dengan menjadi pemimpin redaksi Harian Republika dan Direktur Utama Kantor Berita Antara. Dalam usia tak bisa dibilang muda ia tetap berkarya mengekspresikan kegelisahannya sebagai wartawan sastrawan.

BACA JUGA: Waspada Presiden, Pastikan: Big Data Atau Big Lies?

Ketika mengawali karier sebagai wartawan, Asro memang bekerja di Harian “Merdeka” milik BM Diah yang kerap dijuluki “kawah candradimuka” wartawan Indonesia.Kenyang lah dia ditempa di situ. Buku terbarunya “Granada, Menangislah” sebagian merangkum pengalaman dia berkeliling dunia dan pandangannya sebagai wartawan merespons banyak hal.

Saat menyusuri Spanyol, menyusuri sejarah Andalusia, dia keber habis sejarah kejayaan Islam selama 7 abad di Eropa. Dan, menutup kisah itu dengan lirih.”

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.