Sabtu, 20 Juni 2026, pukul : 14:37 WIB
Surabaya
--°C

Banyak Warga Rusia ingin Cairkan Kripto di Uni Emirat Arab

Kripto-ModernDiplomacy

MOSKOW-KEMPALAN: Perusahaan Kripto di Uni Emirat Arab pada saat ini sedang kewalahan dengan banyaknya permintaan untuk mencairkan kripto menjadi Miliaran Dollar AS.

Hal tersebut terjadi karena pada saat ini, banyak warga Rusia yang sedang mencari “Tempat aman” untuk mengamankan uang dan asetnya.

Menurut perusahaan tersebut, banyak kliennya yang mencoba untuk mencairkan aset kripto tersebut dan menginvestasikannya ke perumahan-perumahan di Uni Emirat Arab.

Banyak juga kliennya yang mencoba untuk mencairkannya menjadi uang asli dan kemudian dialirkan ke rekening tertentu.

Salah satu perusahaan kripto tersebut mengatakan bahwa mendapatkan banyak—lebih dari tiga antrean dalam 10 hari terakhir dari broker saham di Swiss untuk mencairkan Bitcoin yang bernilai miliaran Dollar AS.

BACA JUGA  Tragis!, Kericuhan Pecah di Jalan Sehat Tahun Baru Islam Pemprov Jatim, Kotak Undian Ditumpahkan Massa

Broker tersebut mengatakan bahwa kliennya takut bahwa asetnya akan dibekukan di Swiss, sehingga mencoba untuk dicairkan.

“Kami memiliki permintaan—5 hingga 6 pada dua minggi terakhir” ucap eksekutif perusahan kripto tersebut, merujuk kepada klien yang ingin melakukan pencairan.

“Terdapat satu orang—kami tidajk tahu siapa, namun dia datang melalui brokernya dan ingin menjual 125 ribu Bitcoinnya. Saya kaget karena permintaan tersebut bernilai 6 Miliar Dollar AS (Setara 85 Triliun Rupiah). Mereka kemudian menjawab bahwa uang tersebut akan dikirim ke perusahaan di Australia” ucap tambah eksekutif perusahaan tersebut.

Pada saat ini, Dubai menjadi salah satu negara yang menjadi pusat finansial dan bisnis serta menjadi ladang Kripto.

BACA JUGA  Polsek Balongbendo Semangati Petani untuk Keberhasilan Panen, Sukseskan Swasembada Pangan

Hal tersebut kemudian menarik banyak orang yang memiliki kekayaan esktra untuk berbinis disana, terlebih lagi kepada warga Rusia yang sedang mencari “Tempat aman”.

(Muhamad Nurilham, Aljazeera)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.