Rabu, 22 April 2026, pukul : 16:07 WIB
Surabaya
--°C

Khutbah Jumat: Beristighfar Jalan Kebahagiaan

Assalamu’alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh

Khutbah I

إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

 وَبَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ وَنَجَا الْمُطِيْعُوْنَ.

فَقَالَ الله تَعَالىٰ :يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَ نْـتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

Hadirin jamaah sidang Jumat yang dirahmati Allah!
Alhamdulillah, segala puji dan syukur kita panjatkan seallu kehadirat Allah SWT yang selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada kita, sehingga pada siang ini kita dapat bermuwajahah di majlis yang berbahagia ini. Karenanya patut kita meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah SWT.

Shalawat serta salam tetap terlimpah kepada baginda Rasulullah saw, yang telah menerima wahyu dari Allah SWT dan memberikan suri tauladan kepada kita, sehingga kita semakin mengatahui yang haq dan yang bathil.

Pada kesempatan yang mulia ini, kami selaku khatib mengajak kepada hadirin sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, takwa dalam arti senantiasa berupaya dan berusaha untuk selalu menghadirkan Allah dalam setiap situasi dan kondisi dengan cara senantiasa berdzikir dan melaksanakan segala perintahNya.

Takwa dalam arti kita senantiasa melibatkan Allah dalam setiap persoalan yang kita hadapi dengan cara berdoa, memohon pertolongan dan bermunajat kepadaNya. Sehingga akan menimbulkan ketentraman dan ketenangan dalam setiap kehidupan kita.

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Al-Quran, Surat Ali Imran, ayat 102)

Hadirin yang berbahagia!
Salah satu nikmat terbesar yang akan membantu manusia untuk meniti tebing terjal kehidupan adalah taubat dan istighfar, kedua hal tersebut bukan dilakukan setiap tahun baru maupun bulan yang terakhir, namun taubat dan istighfar sangat baik, jika dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Kaum Muslimin Jama’ah Juma’at yang dirahmati Allah.

Dikisahkan dalam Tafsir al-Qurthubi, bahwa suatu hari ada orang yang mengadu kepada Al-Hasan al-Bashri tentang lamanya paceklik, maka beliau pun berkata, “Beristighfarlah kepada Allah.” Kemudian datang lagi orang yang mengadu tentang kemiskinan, beliau pun memberi solusi, “Beristighfarlah kepada Allah.” Terakhir ada yang meminta agar didoakan punya anak, al-Hasan menimpali, “Beristighfarlah kepada Allah.”

Ar-Rabi’ bin Shabih salah satu murid beliau yang kebetulan hadir di situ bertanya, “Kenapa engkau menyuruh mereka semua untuk beristighfar?” Maka al-Hasan al-Bashri pun menjawab, “Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Namun sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh, maka dengan tersenyum beliau mengatakan: “Jawabanku itu bukan atas kemauanku sendiri tetapi firman Allah”, lalu Hasan al-Basri membacakan surat Nuh ayat 10-13.

۞ فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ۞ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
مَا لَـكُمۡ لَا تَرۡجُوۡنَ لِلّٰهِ وَقَارًا‌ ۞

Artinya:  “Maka aku katakan kepada mereka: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?” (Qs Nuh: 10-13).

Hadirin yang berbahagia!
Di sisi lain Buya Hamka yang terkenal dengan tafsirnya Al-Azhar, memberi komentar tentang ayat ini, bahwa ampunan Tuhan adalah cahaya hidup, jika Tuhan memberi ampunan, segala pekerjaan menjadi mudah, dada pun lapang dan hidup akan terang benderang. Bagaimana dengan kita telah beristighfar atau banyak keluhan?

Kaum Muslimin Jama’ah Juma’at yang dirahmati Allah.

Terkadang  manusia memang benar-benar lupa, karena mereka sedang tertutup dan disibukkan mengumpulkan harta benda melalui berbagai macam aktivitas dalam kehidupan, sehingga apa yang dilakukan pada hakekatnya hanya berdasarkan keuntungan serta berhasilnya apa yang apa yang menjadi cita-cita. Namun jarang sekali berpikir sebab terjadinya bencana, banjir, kebakaran hutan yang menimbulkan kabut asap, tanah longsor, kemarau panjang dan sebagainya.
Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman dalam  Al Quran Surat Az Zumar ayat 53-54:

قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ ۞جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

وَاَنِيْبُوْٓا اِلٰى رَبِّكُمْ وَاَسْلِمُوْا لَهٗ مِنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُوْنَ

Artinya: “Katakanlah kepada hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri-diri mereka, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa, sesungguhnya Dialah Zat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Maka kembalilah kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datangnya azab kemudian kalian tidak dapat lagi mendapatkan pertolongan,”

Hadirin yang berbahagia!
Istighfar selain meminta ampun juga sebagai permohonan agar kita tidak ditimpa malapetaka keburukan hidup, dan hal-hal yang membawa kita menderita akibat perbuatan dosa yang kita lakukan.
Istighfar merupakan kesadaran mengakui kesalahan, kekurangan dan merasa belum baik. Karena itu tidak heranlah, jika Nabi Muhammad saw mengajarkan kepada kita agar membaca istighfar tiga kali.Bahkan beliau beristighfar sehari-semalam tidak kurang dari seratus kali. Berapa kali kita istighfar?
Istighfar tidak hanya dilakukan setelah shalat, pada akhir tahun atau mengawali tahun baru. Namun, seharusnya istighfar dilakukan setiap saat, agar kesadaran mengakui kesalahan akan terpatri dalam diri.
Hadits dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ”

Artinya: “Barangsiapa senantiasa beristighfar, niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya kelapangan dan untuk setiap kesempitannya jalan keluar, dan akan diberi-Nya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.” (HR Abu Daud)

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ،

فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

Hadirin yang berbahagia!
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam sendiri telah memberi tauladan kepada umatnya dengan beristighfar minimal sebanyak 70 kali dalam sehari semalam.
Istighfar menjadi suatu keniscayaan untuk dilakukan, sebab manusia sering lupa dan khilaf, sehingga dalam kehidupannya masih sering melakukan hal-hal yang semestinya dijauhi.

Marilah kita memanjatkan doa, semoga kita yang hadir di majelis ini, keluarga kita, serta teman seiman dan seagama selalu dapatkan pengampunan atas kekhilafan yang telah dilakukan. Aamiin.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَتَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ.

رَبَّنَا آتِنَا فيِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فيِ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَ تُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَ سَلاَمٌ عَلَى المُرْسَلِيْنَ، وَ الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ.

 

Penulis/Editor: Kumara Adji Kusuma (Redaktur Kempalan.com, dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan Manajem Kantor Layanan Lazismu Umsida)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.