Jumat, 8 Mei 2026, pukul : 08:04 WIB
Surabaya
--°C

Ada “Batik Parang” di Moto2 Musim Ini

JAKARTA-KEMPALAN: Bukan hanya produk-produk sponsor dari Indonesia yang akan dikenalkan ke publik dunia dalam ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, NTB pekan depan (18 – 20 Maret 2022). Batik yang merupakan kekayaan budaya Nusantara pun akan diangkat ke panggung internasional di MotoGP.

Adalah tim “tuan rumah” Pertamina Mandalika SAG yang akan turun menampilkan “Batik Parang” dalam ajang Moto2 Grand Prix of Indonesia mendatang. Batik Parang tersebut merupakan kebudayaan batik yang tertua di Nusantara. Batik tersebut nangkring di atas kostum tim balap motor dari Indonesia pertama yang turun dalam ajang balap motor dunia.

BACA JUGA: Pengaspalan Ulang Sirkuit Mandalika Selesai Sehari Lebih Awal dari Semula

Menurut VP Corcom Pertamina Fajriyah Usman, dipakainya motif Batik Parang tersebut menjadi tambahan momentum bahwa balapan di sirkuit Mandalika nanti merupakan event balap motor terbesar yang digelar di Indonesia setelah absen selama seperempat abad. Alias 25 tahun ini.

“Indonesia kembali ke pentas balapan dunia dengan disertai fasilitas pendukung yang hebat, dan itu adalah Pertamina Mandalika International Street Circuit. Kalau soal dukungan untuk tim balap motor, ini adalah tahun yang kedua,” ucap Fajriyah.

“Kami akan terus memantau dan akan melakukan evaluasi dari program ini. Yang jelas, ini akan jadi kolaborasi positif dari Pertamina selaku BUMN yang produknya relevan dengan motorsport,” sanbungnya.

BACA JUGA: Atmosfer MotoGP Dimulai, Gelombang Logistik Balapan Mulai Datang ke Lombok

Fajriyah pun juga berharap produk-produk dalam negeri bisa lebih terbantu. “Semoga tidak hanya national branding tapi juga untuk global exposure. Nama Pertamina, produk Pertamina dan komunitas di Mandalika khususnya UMKM akan berani melesat dengan tema kami,” harap Fajriyah.

Tim Pertamina Mandalika SAG musim ini diperkuat  dua pebalap, Bo Bendsneyder (Belanda) dan Gabriel Rodrigo (Argentina). Sayangnya, dalam seri pembuka Moto2 di Losail International Circuit, Lusail, pekan lalu keduanya gagal menembus posisi 10 Besar. Bendysner hanya mampu finis di urutan ke-19. Sedangkan Rodrigo dua setrip di belakang Bendsyner.

BACA JUGA: Sosok Ini Yang Dianggap Bastianini Berperan Besar dalam Karirnya di MotoGP

Meski begitu, dengan balutan Batik Parang dan bertarung di depan publik Indonesia, dua pebalap Pertamina Mandalika SAG itu konfiden bisa memberikan pencapaian terbaiknya. Bendsyner contohnya. Dia sudah menyiapkan diri untuk tampil hebat di Mandalika.

“Memang saya belum turun langsung di Mandalika, tapi saya sudah mempelajari karakter Sirkuit Mandalika. Salah satunya dengan menontonnya lewat YouTube,” ungkap Bendsyner yang kakek dan neneknya berasal dari Surabaya itu. Dia dan Rodrigo dijadwalkan bertemu langsung Presiden RI Joko Widodo bersama dengan pebalap MotoGP di Jakarta, 20 Maret mendatang itu.

Selain dengan menggunakan kostum bermotif Batik Parang berwarna biru. Selain itu, pada livery motor Kalex yang mereka tunggangi memakai kombinasi warna biru-putih-merah. (Yunita Mega Pratiwi)

Acara meet and greet Pertamina Mandalika SAG bersama kedua pebalapnya Bo Bendsneyder dan Gabriel Rodrigo di Jakarta (10/3). (Foto: MGPA)
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.