Entah berapa kali wacana MLB PKB bergulir. Tapi macet tak terwujud.
Pada kepemimpinan Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, garis pemisah politik NU dan PKB mulai tampak. Itu seiring teguran keras PBNU kepada tiga Ketua PCNU di Jawa Timur gegara terlibat dukung mendukung Bakal Capres Muhaimin Iskandar, awal Januari 2022 lalu.
Sikap tegas politik PBNU terhadap PKB yang dinahkodai Muhaimin Iskandar, jelas melahirkan warna politik baru. Meski Gus Yahya, sang Ketum PBNU berdalil NU harus mengawal politik kebangsaan, bukan politik elektoral demi menjaga marwah PBNU. Tapi seribu isyarat sudah diletakkan.
Kenapa? Gus Yahya lahir dan besar secara politik melalui didikan langsung Gus Dur. Gus Yahya pada usia muda diajak Gus Dur dalam politik kebangsaan. Gus Yahya diajari sebagai Jubir Presiden Gus Dur bersama Adi Massardi.
Para pengamat banyak menyimpulkan saat Gus Yahya terpilih Ketum PBNU mengaitkan hubungan emosional keluarga Gus Dur. Lalu mengaitkan dengan keberadaan PKB yang dinahkodai Muhaimin melalui hasil MLB PKB di Ancol, awal Mei 2008. Padahal, Muhaimin Iskandar sebagai Ketum PKB hasil Muktamar Semarang dipecat oleh Ketua Dewan Syuro PKB, Gus Dur .
Hasil MLB Ancol memutuskan Cak Imin kembali duduk sebagai Ketua Umum PKB, sekaligus mendepak Yenny Wahid, putri Gus Dur, dari jabatan Sekretaris Jenderal PKB. Hasil MLB menunjuk Lukman Edy sebagai penggantinya. Posisi Gus Dur sebagai Ketua Dewan Syuro juga digusur, digantikan oleh KH Aziz Mansyur.
Putusan pengadilan semakin menguatkan penguasaan kubu Muhaimin kepads PKB.
Sikap Gus Dur diam pasca putusan Pengadilan Jakarta. Gus Dur perlahan mulai meninggalkan PKB hingga akhir hayatnya.
Electoral Muhaimin
Ada yang bertanya, kenapa hasil survei Muhaimin Iskandar di hati warga NU begitu kecil? Padahal, warga NU setiap pemilu banyak memilih PKB.
Pertanyaan-pertanyaan dalam wacana itu belum bisa dijawab secara ilmiah karena belum ada lembaga survei yang bisa menyimpulkan itu.
Setidaknya, pertanyaan wacana politik itu juga dijawab lewat wacana politik dengan menyimpulkan penyebab electoral Muhaimin Iskandar mampet di hati warga NU.
“Luka politik Gus Dur dengan pengambilan PKB dari Gus Dur bisa menjadi nilai penghambat. Karena sikap Muhaimin keluar dari fatsun politik NU,” jelas, si Adi Sajeged, memberi analisa politik NU yang menjadi faktor mampetnya electoral Muhaimin di hati warga NU meski melakukan berbagai akrobat politik untuk mengambil hati warga NU.
Kesimpulan Adi Sajeged bisa ditemukan dari sudut kultur NU dalam konteks ngalap berkah.
Dalam tradisi NU, santri wajib takdzim kepada sang kiai dengan harapan aliran barokah keilmuan sang kiai sehingga ikut diangkat derajat oleh Allah swt.
Dalam praktek di semua lini kehidupan keseharian, si santri tak boleh melangkahi (offside) kepada sang kiai. Keyakinan ini tertanam jika ingin menerima luapan barokah ilmu dari sang kiai.
Dalam konteks Muhaimin Iskandar sebagai keponakan Gus Dur. Apa tak boleh offside kepada sang paman dalam berpolitik? Apalagi, banyak yang ngerti jika sang paman yang memiliki jasa besar dalam membesarkan Muhaimin.
Dalam konteks ini, biar anda pembaca yang bisa menilai.
Setidaknya, hasil survei CSIIS yang dilakukan awal Januari 2022 di kantong-kantong NU menempatkan Yenny Wahid sebagai pilihan warga NU dibanding Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai Capres pilihan warga NU.
Sampai di sini, silahkan anda menafsirkan sendiri. Atau menunggu tulisan lanjutan…(*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi