JAKARTA-KEMPALAN: PSSI mendapat catatan dari FIFA karena Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), yang direncanakan menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20 2023, malah digunakan untuk acara konser.
Catatan tersebut dibenarkan oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Pria berusia 52 tahun itu mengatakan bahwa memang benar ada beberapa venue Piala Dunia U-20 mendapat catatan dari FIFA.
Erick menyebut bahwa ada beberapa hal yang mesti segera diperbaiki LOC, jika tak dibenahi sampai tenggat waktu yang ditentukan, maka venue Piala Dunia U-20 bisa berkurang. Dari yang awalnya direncanakan enam venue, menjadi empat venue saja.
Diduga, Gelora Bung Karno mendapat catatan dari FIFA karena digunakan sebagai venue konser Raisa dan girlband Korea Blackpink. Hal itu tentu tidak boleh terjadi karena Stadion Gelora Bung Karno harus steril dari berbagai kegiatan menjelang gelaran Piala Dunia U-20.
“Mungkin saja, makanya kami mengirim surat hari ini bahwa ada tanggung jawab dari masing-masing pihak yang menandatangani klausul kontrak. Tetapi PSSI ingin mendampingi dan memberikan solusi.” kata Erick Thohir.
“Akan ada konsekuensi, FIFA berhak mencoret dari enam venue menjadi empat venue saja. Makanya harus kerja keras, daripada malu. Kami akan datang ke enam stadion. List-nya, ada kerjaan yang harus dilakukan Pemerintah Daerah.” tambahnya.
Gelora Bung Karno bukan satu-satunya stadion Piala Dunia U-20 yang mendapat catatan dari FIFA. Lima venue lainnya juga mendapatkan catatan dari federasi sepakbola dunia itu.
Oleh karena itu, PSSI harus bekerja cepat untuk memperbaiki segala kekurangan yang ada. Jangan sampai muncul anggapan miring bahwa Indonesia tak mampu menggelar Piala Dunia U-20 secara baik sebagai tuan rumah.
“Ini penting kerja sama dengan Pemda. Saya akan menelepon gubernur, walikota, bupati sebelum saya berkunjung pada Sabtu, Minggu, dan Senin (11-14 Maret). Banyak catatannya ini, contoh Jakarta (SUGBK) camera platform, itu harus ada buat siaran. Lalu pagar pembatas, tempat latihan. SJH (Si Jalak Harupat) VIP tribune, area broadcast, pagar, banyak lagi,” tambah Erick Thohir.
“Palembang (Gelora Sriwijaya) Parkir, function room belum berubah. Catatan Manahan adalah lapangan. Surabaya (Gelora Bung Tomo) Akses media, area penonton disable, area parkir, kursi selatan, pagar, banyak nih.” imbuh pria kelahiran 1970 itu.
(*) Edwin Fatahuddin

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi