LOMBOK TENGAH-KEMPALAN: Sebagai pihak yang ditunjuk dalam pemeliharaan trek di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, PT Pembangunan Perumahan (PP) sudah melakukan pengaspalan ulang pada Rabu (23/2).
Pengaspalan ulang trek sirtkuit Mandalika tersebut ditarget sudah rampung dilakukan pada 10 Maret mendatang, atau kurang dari sepekan sebelum gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2022, 18 – 21 Maret.
’’Kami akan bekerja 24 jam untuk memastikan supaya semua ini bisa tuntas on schedule, on track, dan sesuai dengan standart yang diinginkan,’’ harap Direktur Utama PT PP Novel Arsyad dalam keterangan resminya.
Pengaspalan ulang ini sebagai salah satu bagian dari upaya pemeliharaan sirkuit ini setelah pada 11 – 13 Februari lalu jadi tuan rumah pramusim kedua MotoGP 2022. Ketika itu, kerusakan aspal jadi pro kontra. Bahkan sempat tersiar kabar aspal yang dipakai tidak sesuai spesifikasi dari Dorna Sports selaku penyelenggara MotoGP.
Makanya, pihak Mandalika Grand Prix Association (MGPA) memberikan penjelasan yang sudah dipublikasikan dalam akun Instagram-nya, @themandalikagp. Terutama terkait dengan lapisan dalam aspal yang mereka pakai di trek Sirkuit Mandalika.
BACA JUGA: Sirkuit Mandalika Diaspal Ulang, Ternyata Bahan Bakunya dari Daerah Ini
’’Tahukah kalian? Bahan material yang digunakan dalam pembuatan aspal sampai proses dalam pengerjaannya yang berkualitas, membuat trek ini aman untuk landasan balap yang berkecepatan tinggi,’’ tulis MGPA dalam penjelasannya.
’’Oleh karenanya, menjadikan salah satu sirkuit yang menawarkan kecepatan 330 km per jam yang mempunyai tingkat keamanan tinggi bagi para pebalap,’’ sambung MGPA. Ternyata, ada tiga lapisan penyusun aspal di lintasan sirkuit tersebut.
Lapisan teratas bernama “wearing course”. Lapisan ini terdiri dari Stone Mastic Asphalt (SMA). Itu merupakan bahan campuran aspal dan digunakan untuk melengkapi permukaan atas aspal. Lapisan ini diklaim bisa memperkuat struktur lapisan permukaan lintasan sirkuit agar tetap kuat.
BACA JUGA: Ternyata, Ini Penyebab Kotornya Trek di Sirkuit Pertamina Mandalika
Di bawahnya, atau lapisan kedua, dinamakan “asphalt concrete”. Lapisan ini harus mempunyai ketebalan dan rigiditas yang cukup untuk mengurangi tegangan akibat beban lalu lintas yang akan diteruskan ke lapisan di bawahnya.
Lapisan terbawah itu bernama “base course”. Lapisan aspal terbawah ini berfungsi untuk memperkuat struktur lintasan utama. Lapisan ini menggunakan batuan yang berasal dari Lombok Utara, Lombok Timur, serta Palu. (Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi