Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 00:20 WIB
Surabaya
--°C

Formula One dan Final Liga Champions Harus Angkat Kaki dari Rusia

MOSKOW-KEMPALAN: Buntut dari keputusannya melancarkan serangan ke Ukraina, Rusia harus kehilangan momen-momen pentingnya tahun ini dalam dunia olahraga. Jumat (25/2), telah dipastikan dua ajang olahraga prestisius yang digelar di negara tersebut harus dibatalkan.

Kedua ajang yang harus angkat kaki dari Rusia itu adalah final Liga Champions di Krestovsky Stadium (Gazprom Arena) yang berlangsung 29 Mei mendatang, dan Grand Prix Rusia di Sochi Autodrom, Sochi, 25 September 2022.

Federasi Otomotif Internasional (FIA) memutuskan untuk menghapus Grand Prix Rusia setelah menggelar pertemuan darurat dengan pihak Formula One dan tim-tim konstruktor. ’’Kami sedih sekaligus terkejut ketika melihat perkembangan yang terjadi di Ukraina,’’ tulis pernyataan resmi FIA.

BACA JUGA: Bukan Pandemi, Ini Faktor Yang Bisa Mengganggu Jadwal F1 Musim Ini

Mereka menilai, tindakan yang dilakukan Rusia di bawah pimpinan Presiden Vladimir Putin itu tidak sesuai dengan visi misinya. ’’Sebab, Formula One digelar bertujuan untuk menyatukan dan mempererat hubungan seluruh negara di dunia,’’ sambung federasi yang berkantor di kota Paris itu.

Dibatalkannya Grand Prix Rusia ini jadi yang pertama terjadi setelah didapuk jadi salah satu tuan rumah balapan Formula One sejak 2014. Sesuai kontrak, harusnya balapan Formula One digelar di Sochi sampai musim 2025 mendatang.

FIA belum menentukan tuan rumah pengganti Sochi Autodrom. Namun, laporan media-media di Eropa menyebut FIA tidak mencari venue pengganti. Melainkan kembali menggunakan format 22 seri balapan dalam semusim.

Keputusan FIA tersebut hanya berselang beberapa jam setelah konfederasi sepak bola Eropa atau UEFA mengumumkan pembatalan Krestovsky sebagai calon venue final Liga Champions 2021 – 2022.

BACA JUGA: Spanduk “STOP WAR” Warnai Laga Napoli vs Barcelona

Sebagai gantinya, UEFA memilih untuk memindahkan final Liga Champions kali ini ke Stade de France, Saint-Denis, 29 Mei nanti. Ini jadi kali pertama stadion markas timnas Prancis tersebut menggelar pertandingan perebutan Si Kuping Lebar (sebutan trofi Liga Champions).

Bagi dunia sepak bola di Eropa, ini bukan kali pertama final Liga Champions harus dipindahkan. Ingat, pada musim 2020 – 2021 final Liga Champions dipindahkan dari Ataturk Olimpiyat Stadi, Istanbul, ke Estadio do Dragao, Porto.

Chelsea sebagai klub pemenang kala itu pun mendukung penuh keputusan UEFA memindahkan venue final Liga Champions ke Stade de France. ’’Tentu saja ini keputusan terburuk ketika harus memindahkan lokasi final, benar-benar alasan terburuk,’’ sebut pelatih Chelsea Thomas Tuchel. (Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.