Senin, 27 April 2026, pukul : 00:38 WIB
Surabaya
--°C

Guru Besar Sepak Bola, Ya…Achsanul Qosasi, ya.. Madura United

Orasi ilmiahnya berjudul “Kutabung: Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kecil untuk Bertahan Hidup Melalui Koperasi Sebagai Rumah Besar UMKM”.

Achsanul Qosasi menjadi Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) aktif ke-27 dan guru besar ke-540 yang dimiliki Unair sejak berdiri. Sementara sejak menjadi Perguruan Tinggi Negeri-Berbadan Hukum (PTN-BH), Achsanul Qosasi merupakan guru besar ke-248 Unair.

Selain kiprah di bidang keuangan, latar belakang ilmu ekonomi yang kuat ikut mengantarkan Achsanul Qosasi dianugerahi gelar guru besar oleh Unair. Dia adalah sarjana ekonomi di Universitas Pancasila.

Achsanul Qosasi melanjutkan pendidikan masternya di Jose Rizal University, Manila, Filipina. Kemudian selama menjabat anggota BPK RI.

Achsanul Qosasi juga menyelesaikan program S3 bidang Ilmu Administrasi Bisnis dengan predikat cum laude di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung pada tahun 2018.

Gelar doktor tersebut diraih Achsanul Qosasi setelah mampu mempertahankan disertasi berjudul ”Pengaruh Kapabilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi terhadap Keunggulan Kompetitif Melalui Orientasi Entrepreneurial dan Agilitas Organisasi (Studi Kasus pada Usaha Kecil Pakaian Jadi di Jakarta)”.

Cerita di Balik Orasi Ilmiah

Bagi Achsanul Qosasi, gelar guru besar merupakan capaian penuh makna dalam hidupnya. Untuk menggapai anugerah sekaligus amanah tersebut, Achsanul Qosasi harus menghabiskan waktu sekitar 24 tahun untuk meneliti dan mengabdi kepada masyarakat.

Ketika tinggal di kawasan pertukangan selatan Jakarta Selatan, Achsanul Qosasi pernah menyaksikan banyak industri konveksi yang menjadi pendapatan utama masyarakat tutup lantaran bangkrut. Padahal kebutuhan pokok kala itu meningkat, sementara kondisi ekonomi semakin menurun.

Melihat kondisi tersebut, Achsanul Qosasi seolah mendapatkan sebuah panggilan jiwa untuk memulai riset seumur hidup. Hasil riset itulah yang kini mengantarkannya dari sepak bola ke guru besar Unair Surabaya.

“Jadi selama 24 tahun saya menjalankan program ‘Kutabung: Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kecil untuk Bertahan Hidup Melalui Koperasi sebagai Rumah Besar UMKM’,” ujar Prof. Dr. Achsanul Qosasi, S.E., MM,. CSFA., CFrA saat dikukuhkan sebagai Guru Besar Kehormatan di Kampus C Unair Surabaya, Selasa, 22 Februari 2022.

Achsanul bercerita, kondisi kala itu membuat banyak masyarakat beralih profesi. Ada yang menjadi tukang ojek untuk menyambung hidup. Sebagian menganggur atau kerja serabutan. Akibatnya, kegiatan apa saja dikerjakan msyarakat di kawasan itu demi mendapatkan penghasilan, termasuk tindakan kriminal. Mereka sudah tidak memiliki pilihan.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.