Senin, 27 April 2026, pukul : 00:43 WIB
Surabaya
--°C

Guru Besar Sepak Bola, Ya…Achsanul Qosasi, ya.. Madura United

“Saya merasa prihatin dengan kondisi ini. Nasib saya bisa dibilang beruntung dari mereka, kendati bank tempat saya bekerja juga ditutup,” ucap putra tokoh Muhammadiyah, Sumenep, almarhum KH Bahauddin Mudhary ini.

Achsanul Qosasi mengakui, waktu itu dirinya tidak terdampak penutupan industri konveksi. Namun, hati kecilnya masih tidak terima dengan kondisi yang dialami masyarakat. Sehingga, dia berinisiatif menyisihkan pesangon dari bank untuk membantu masyarakat agar tidak terimpit persoalan ekonomi.

“Pesangon saya saat itu sebesar Rp 100 juta. Dari jumlah itu sebesar Rp 85 juta saya berikan ke istri saya (Nonny Qosasi) untuk renovasi rumah. Kemudian sisanya Rp 15 juta saya siapkan untuk membantu masyarakat sekitar sebagai modal awal mendirikan koperasi,” cerita Achsanul Qosasi.

Koperasi itu diberi nama Koperasi Putera Swadaya (PS) Merpati. Sebuah lembaga keuangan mikro bagi masyarakat kecil yang tidak berorientasi pada profit. Untuk mendukung keberlangsunganya, koperasi hanya menerapkan iuran anggota yang wajar dalam sistem kerjanya.

“Koperasi ini didirikan pada 29 September 1998. Saya melakukan riset, pengabdian masyarakat untuk bersama-sama menemani masyarakat kecil dalam menyambung hidupnya. Banyak kisah, banyak suka dan duka. Tetapi saya banyak sekali memperoleh pelajaran hidup yang sangat berharga dari mereka,” tutur ayah Annisa Zhafarina itu. (*)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.