Sabtu, 30 Mei 2026, pukul : 13:30 WIB
Surabaya
--°C

Digugat Warganya Sendiri, Jalan Terjal Anies Jadi Pemimpin yang Ngopeni dan Ngladeni

KEMPALAN: Baru-baru ini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinyatakan kalah di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Anies digugat warganya sendiri. Tujuh warga Kelurahan Pela Mampang Jakarta Selatan, lima di antaranya perempuan. Mereka melakukan class action atau gugatan kelompok gara-gara rumah mereka kebanjiran pada banjir besar 2021 lalu.

Warga menuding insiden itu akibat Gubernur Anies lalai mengeruk Kali Mampang yang sudah dangkal karena lumpur. Mereka juga menuntut Pemprov DKI Jakarta membayar ganti rugi Rp 1 miliar. Namun tidak dikabulkan PTUN. Anies menerima keputusan pengadilan. Mengajukan banding pun tidak.

Dan kemarin, muncul gugatan baru. Kali ini Anies digugat ke Mahkamah Agung (MA) gara-gara peraturan yang dikeluarkannya terkait kebijakan ganjil-genap (gage) kendaraan bermotor. Sejumlah warga DKI Jakarta dan Bekasi merasa, peraturan gage terbaru yang memuat perluasan kawasan gage sejumlah ruas jalan tepat di exit tol, membuat pengendara bisa langsung ditilang begitu keluar tol. Karena itulah mereka memutuskan mengajukan judicial review pergub yang dikeluarkan Anies ke MA.

BACA JUGA  Gema Idul Adha 1447 H di As-Shobirin Sidoarjo: Meneladani Ululazmi, Merawat Kepedulian Melalui 22 Hewan Kurban

Sebelumnya, Anies juga sedang menghadapi gugatan dari kalangan pengusaha. Ini gara-gara Anies menaikkan Upah Minimum Propinsi (UMP) DKI Jakarta 2022 sebesar 5,1 persen. Kebijakan ini ditempuh Anies pasca aksi demo buruh ke kantornya beberapa waktu lalu. Namun ternyata, giliran para pengusaha yang keberatan bahkan menggugatnya ke pengadilan.

Vladimir Putin sampai Sultan Yogya Pun Ditilang
Bagaimana sikap seorang pemimpin terhadap peraturan dan hukum yang berada dalam wilayah kekuasaannya, terutama saat dirinya sendiri terlibat, seringkali disoroti dalam gaya kepemimpinan seorang tokoh. Bahkan dari perilaku itulah bisa dibedakan mana seorang pemimpin, dan mana seorang penguasa. Dua diksi yang artinya hampir serupa namun kenyataannya maknanya berbeda jauh.

BACA JUGA  Rafiq dan Masjid yang Hilang Adzan

BACA JUGA: Antologi Esai Masayu Indriaty Susanto, Wartawan Tersesat, dan Pers Kampus

Pemimpin adalah pengayom, seorang pamong (pamong praja). Mengayomi dan melindungi rakyat yang berada dalam kekuasaannya. Penguasa adalah pangreh praja. Bisa jadi pemangsa rakyat yang berada dalam kekuasaannya.

Seorang pemimpin akan menghormati aturan dan hukum sebagai pagar bagi ketertiban dan kesejahteraan rakyatnya. Seorang penguasa justru akan menjadikan hukum dan aturan menjadi alat untuk melanggengkan kekuasaannya.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.