Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 12:40 WIB
Surabaya
--°C

Santun-Religius Anies Baswedan Menghipnotis Publik

KEMPALAN: Ada kelebihan tertentu dari seseorang yang bisa dilihat sebagai kelebihan. Begitu pula dengan Anies Baswedan, itu pun bisa dilihat dari berbagai aspek menonjol yang dimilikinya. Maka, silahkan melihat Anies Baswedan dari berbagai aspek yang dianggap paling menonjol. Anies itu smart, bahkan boleh juga Anies dilihat sebagai seseorang dengan sense of humor yang tinggi. Silahkan saja.

Maka, izinkan juga bisa melihat Anies sebagai pribadi santun dan religius. Paduan dari aspek kualitas emosi yang baik yang bersandar pada spiritualitas. Pada dua aspek ini agaknya Anies bisa dilihat paling menonjol. Aspek dasar mengukir perjalanannya, yang tidak mudah ditempuh.

Indikasi yang muncul, bahwa Anies terlihat sebagai pribadi yang santun meski dikuyoh-kuyoh haters dengan jahatnya. Olok-olok jahat terhadap dirinya tidak dianggap apalagi ditanggapinya. Tidak sampai mesti dibawa pada perasaan segala (baper).

Anies membalas dengan sikap santun, yang tampak bijak. Memahami bahwa mereka yang memilih, disebut juga sebagai buzzer berbayar, itu bagian dari mengais rezeki yang tidak perlu dibalas dengan mencacinya. Ungkap Anies pada suatu kesempatan, “Kasihan, mereka butuh makan…”.

BACA JUGA: Adegan Jalan Hidup Anies, Itu Seperti Air Mengalir

Anies tidak punya kamus lapor melaporkan para haters yang sudah sampai taraf keterlaluan. Anies menganggap bahwa di alam demokrasi segalanya itu dimungkinkan. Anies tidak harus membela diri memakai narasi, itu kan demokrasi Barat. Sedang kebebasan di negeri berdasar Pancasila ada batas-batasnya, yang itu punya potensi menyeret pelaku ke sel tahanan.

Anies memahami konsekuensi negara yang memilih demokrasi, maka kebebasan mengemukakan pendapat menjadi sah-sah saja. Semua kembali pada personal bersangkutan. Mau memakai adab dalam berdemokrasi. Artinya, memahami batas pantas-tak pantas apa yang boleh dan tidak boleh disampaikan pada publik. Semua berpulang pada personal bersangkutan.

Melihat Anies diperlakukan haters dengan tidak sepantasnya, pastilah dada pecintanya serasa sesak menahan amarah. Tapi Anies memandangnya biasa-biasa saja. Tidak merasa terganggu. Memang banyak hal yang lebih pantas dipikirkan, dan itu kerja-kerja untuk maslahat warganya, itu jauh lebih penting.

Para haters itu muncul tidak dengan sendirinya. Pasti ada pihak yang memunculkan. Pastilah ada pemasok modalnya. Siapa pemasoknya, tidak ada yang persis tahu. Orang menyebut ada dalam koordinasi kakak pembina. Jika diteruskan, darimana kakak pembina memiliki uang yang dihambur tanpa batas, itu pun tentu ada pemodal utamanya. Tidaklah jauh dari apa yang orang biasa menyebut dengan oligarki. Siapa itu, pastilah pada waktunya akan terungkap. Saat ini masih jadi misteri. Hanya sekadar bisa disebut bahkan dirasakan, tapi sulit terlihat jejaknya.

Mengapa justru Anies Baswedan… 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.