Minggu, 3 Mei 2026, pukul : 21:22 WIB
Surabaya
--°C

Tarsan Kota

Orang-orang tradisional itu rata-rata menguasai empat sampai lima bahasa tradisional di wilayahnya. Hal itu penting untuk berkomunikasi dan bertahan hidup. Manusia modern sekarang cenderung hanya menguasai satu bahasa saja. Di Amerika Serikat, misalnya, anak-anak muda hanya menguasai Bahasa Inggris karena orang tuanya tidak mengajarkan mereka bahasa lain.

Di Indonesia fenomena yang sama juga terjadi. Orang-orang tua cenderung mengajarkan anak-anaknya Bahasa Indonesia dan tidak mengajarkan bahasa daerah sebagai bahasa kedua. Akibatnya, bahasa-basaha tradisional semakin kehilangan penutur, dan suatu ketika nanti bahasa-bahasa lokal itu akan punah.

Modernitas membawa kepunahan bahasa sebabagai simbol prulalitas. Hidup manusis modern serba nyaman dan praktis, tetapi bagi Jared Diamond nilai-nilai tradisional mempunyai keunggulan yang tetap relevan untuk diadopsi oleh masyarakat modern.

BACA JUGA: Lord Luhut

Jared Diamond menceritakan kisah Tarsan Kota versi Papua. Kali ini si Tarsan adalah seorang gadis bernama Sabine Kuegler, yang sejak balita hidup di hutan-hutan Papua bersama orang tuanya yang bekerja sebagai misionaris asal Jerman.

Sampai dengan usia menjelang 20 tahun Kuegler tinggal di lingkungan masyarakat tradisional. Ketika kemudian orang tuanya mengakhiri tugas dan pulang kembali ke Jereman, Sabine ikut serta. Ia bingung hidup di kota besar yang serba canggih dan cepat. Sampai berbulan-bulan Sabine tidak berani menyeberang jalan.

Sabine Kuegler menuliskan kisahnya dalam buku ‘’The Jungle Child’’ pada 2006. Ia menyimpulkan bahwa hidup modern membuatnya kehilangan hubungan dengan sekitar, dan ia ingin kembali ke Papua untuk hidup di hutan bersama keluarga tradisionalnya. (*)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.