Rabu, 29 April 2026, pukul : 22:47 WIB
Surabaya
--°C

The Little Soeharto

Mahathir mendapat julukan itu karena sikapnya yang tegas terhadap Barat. Nasionalisme Mahathir sangat cadas sehingga terkadang dianggap chauvinistis dan agak ekstrem. Mahathir tidak pernah canggung membela bangsa Melayu bumiputra dengan berbagai kebijakan affirmative action yang tegas.

Mahathir sangat kritis terhadap perangai bumiputera orang-orang Melayu di Malaysia. Dalam bukunya ‘’The Malay Dilemma’’ Mahathir mengritik bumiputera Melayu sebagai orang-orang yang malas dan mempunyai daya karsa lemah. Dengan posisi budaya semacam itu bumiputera Malaysia tidak akan bisa bersaing dengan warga Malaysia lain yang minoritas seperti China, India, dan Eropa.

Mahathir tidak segan membuat kebijakan affirmative actions yang memberi privilese kepada bumiputera untuk bisa bersaing dengan kelompok ras lainnya. Orang-orang bumiputera diberi kemudahan kredit usaha, beasiswa pendidikan, dan beberapa privilese sosial lainnya. Kebijakan ini diaggap diskriminatif, tetapi Mahathir tidak peduli.

Menurutnya, bangsa Melayu ketinggalan jauh dari warga China dan Eropa, dan karenanya mereka tidak akan bisa bersaing secara bebas dan terbuka. Karena itulah maka pemerintah harus turun tangan membantu bumiputera dengan berbagai bantuan sosial dan ekonomi. Dengan kebijakan ini pelan-pelan warga bumiputera Malaysia bisa mengalami mobilitas sosial ke atas sejajar dengan warga minoritas lain.

Sikap Mahathir terhadap modal asing juga tegas. Malaysia adalah anggota negara persemakmuran di bawah Inggris. Malaysia pernah dijajah oleh Inggris yang kemudian memerdekakannya. Secara historis dan kultural Malaysia punya ikatan kuat dengan Inggris.Toh, hal ini tidak membuat Mahathir segan mengritik bekas tuannya. Dalam banyak kesempatan Mahathir bersikap tegas dan kritis terhadap Inggris.

Mahathir juga tidak takut berkonfrontasi dengan kekuatan besar lain termasuk Amerika Serikat. Mahathir sering berkomentar tajam mengenai sikap Israel dan Amerika yang zalim di Timur Tengah. Mahathir tidak sungkan mengritik bangsa Yahudi yang disebutnya sebagai lintah darat ekonomi.

Pernyataan Mahathir dianggap sebagai diskriminatif dan anti-semit, tapi Mahathir tidak peduli. Bung Karno berani menolak bantuan ekonomi Amerika Serikat yang dinggapnya membelenggu dan mengusirnya ke neraka, ‘’Go to hell with your aids’’. Mahathir membuat echo pernyataan Bung Karno dengan penolakannya yang tergas terhadap bantuan asing yang menjebak.

Langkah fenomenal Mahathir diambil pada saat krisis moneter 1997. Ketika itu IMF (dana moneter internasional) memberikan resep liberalisasi ekonomi kepada semua negara Asia dan Amerika Latin yang sedang megap-megap oleh krismon. Resep umum IMF itu adalah liberalisasi perbankan dan keuangan dan swastanisasi perusahaan-perusahaan negara.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.