Di akhir sambutannya, Gus Yani mengajak bergerak bersama UMKM Gresik untuk terus semangat menembus pasar luar negeri dan diharapkan Koperasi Super Lime menjadikan Kebonagung menjadi Desa Devisa atas Produk Perkebunan.
Kasi Kepabeanan dan Cukai V KPP Bea Cukai Gresik, Eko Rudi Hartono, menambahkan, koperasi yang sudah dibentuk oleh Pemdes Kebonagung diharapkan berani melakukan ekspor sendiri. Artinya, koperasi tidak hanya sebagai pemasok bagi perusahaan eksportir.
“Bea Cukai, Diskoperindag dengan Asosiasi Gading Emas akan selalu siap berkolaborasi untuk meningkatkan ekspor jeruk nipis hasil perkebunan Desa Kebonagung,” tuturnya.
Kepala Desa Kebonagung, Lubis Farisman, menceritakan nasib petani jeruk nipis di desanya pada 2020. Ia menyebut di awal pandemi Covid-19 kondisi pertanian di Kebonagung sangat memprihatinkan. “Harga jeruk nipis terendah. Harga jeruk nipis waktu itu hanya Rp 700 per kilogram,” katanya.(Ambari Taufiq)
Editor: Mohammad Tanreha

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi