Minggu, 19 April 2026, pukul : 02:53 WIB
Surabaya
--°C

Kala Presiden Ber-Tik Tok dengan Para Pembantunya: Saling-Silang soal Biaya IKN

Investor Antre

Pembangunan IKN akan dibiayai oleh investor dan swasta. Memang pernah dijanjikan Presiden Jokowi dalam pidatonya pada bulan Mei 2019 mengenai IKN.

Ketika proses perampungan UU IKN dikebut oleh pemerintah dan parlemen, kita mahfum. Jokowi menyebut alasannya, karena investor sudah antre menunggu landasan hukum IKN tersebut.

Di luar dugaan, setelah UU IKN diketok, Presiden membuat pernyataan mengejutkan soal biaya IKN. Ayah Gibran dan Kaesang itu menyatakan untuk tahap awal pembangunan, IKN akan dibiayai oleh dana PEN. Dari sinilah video Tik Tok dimulai.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto langsung merespons. Ia mengatakan, sampai saat ini tidak ada pos dana untuk pembangunan IKN dalam anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN).
Dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (25/1), Airlangga menyatakan alokasi dana pembangunan IKN di tahap awal ada di Kementerian PUPR.

“Terkait anggaran IKN, adanya di Kementerian PUPR. Diperkirakan kalau fase pertama dibutuhkan dana Rp 45 Triliun. Namun, dana ini kan secara bertahap tergantung kebutuhan dan progres,” ujar Airlangga.

Dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) memang ditangani oleh Menko Perekonomian Airlangga sejak awal.

Isi Tik Tok sebelum itu menampilkan Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), Basuki Hadimulyono. Menteri menyatakan tidak mendapatkan alokasi anggaran untuk membangun IKN. Saat ini kementeriannya masih menunggu perintah Presiden Jokowi dan juga anggaran dari Kementerian Keuangan.

“UU sudah disahkan tinggal nunggu perintah Presiden dan penyediaan anggarannya dari Kemenkeu,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sabtu (22/1).

Bagaimana pula dengan Tik Tok yang dimainkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani?

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pembangunan IKN tidak harus menggunakan dana PEN apabila dianggap melanggar Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 yang menjadi dasar penyaluran dana PEN.

“Jadi kalaupun PEN tidak boleh dihubungkan dengan IKN, ya tidak apa-apa juga. PEN-nya tetap saja, nanti kita menggunakan pos di dalam Kementerian PUPR,” kata Sri Mulyani.

Cukup? Belum. Tik Tok terbaru diperankan Ali Mochtar Ngabalin. Lakonnya lebih mengejutkan. Haqul yakin membuat rakyat tambah bingung, kalau tak mau dikatakan frustrasi. “Indonesia banyak uang (untuk pembangunan IKN),” kata Ngabalin di Batam, Senin (24/1).

Pernyataan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden disampaikan untuk menanggapi kritik dana Penanggulangan Ekonomi Nasional (PEN) untuk penanganan Pandemi Covid-19 digunakan untuk proyek IKN.
Ngabalin menegaskan sumber anggaran pembangunan IKN sudah pasti menggunakan APBN.

Pernyataan itu mengembalikan ingatan pada pada silam, di masa pemerintahan Orde Baru. Ada tokoh serupa dia di satu kementerian. Tiap kali menteri bicara kontranya datang dari pembantunya di satu kementerian, yang serupa Ngabalin itu. Saya tidak menyebut nama karena keduanya sudah wafat.
“Saya tahu persis!” Kata yang satu. Yang lainnya, ketika dikonfirmasi, menjawab “barangkali”.

Ya, ampun, betapa jauh perjalanan yang sudah ditempuh untuk jarak yang begini dekat. Ternyata kita masih di level segini dalam bernegara. (*)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.