Sabtu, 2 Mei 2026, pukul : 22:09 WIB
Surabaya
--°C

Siwaratri Sambut Tahun Haru 2022 di Pura Segara

SURABAYA-KEMPALAN: Masyarakat Hindu menyambut awal 2022 dengan melakukan Siwaratri di Pura Segara komplek Angkatan Laut Kenjeran (1/1).

Siwaratri bermakna perenungan suci untuk instropeksi diri apa yang telah kita lakukan untuk lebih baik di tahun ini” ujar ida bagus adi muliadi, koordinator acara. Acara diawali puja astawa dan persembahyangan bersama dipimpin oleh Ida Bagus Sudjana di mandala utama.

Dalam acara siwaratri ini ada tiga hal yang dilakukan yaitu pertama, Mona brata berdiam diri tak berbicara sebagai bentuk perenungan dan instropeksi diri dari jam 06.00 pagi hingga 18.00 sore, kedua Upawasa berpuasa tidak makan/minum dari jam 6 pagi hingga pukul 18.00 sore lalu ketiga mejagra tidak tidur semalaman.

Lalu dilanjutkan pembacaan sloka Bhagawadgita dipimpin Putu Sindhu diikuti oleh beberapa umat Hindu, pasraman dan guru pasraman yang hadir.

Kemudian, penyerahan dana puniya kepada lima siswa berprestasi antara lain Jojo, Wayan, Karin, Saskia dan Made serta pemberian buku berjudul ‘Generasi Emas Nusantara Ajaran Agama Hindu’ donasi dari Laksamana Madya I Nyoman Gede Aryawan penasihat Pura Segara, diserahkan oleh Ketut Naryana ketua banjar sektor kenjeran kepada para generasi muda yaitu Candrawi, Putra, Ayu dan Putri.

Setelah itu acara dharmapula di bale penyimpenan pura segara disampaikan oleh Profesor Nyoman Sutantra. Ia mengharapkan momentum Siwaratri pada tilem kapitu ini bisa mengubah kegelapan batin menjadi penerangan sempurna, mengubah hal yang kurang baik menjadi pikiran yang arif bijaksana.

Perbuatan yang baik dapat membahagiakan sesama manusia, berkata santun yang menyejukkan hati akan meleburkan dosa kita mengurangi dampak efek negatif dalam kehidupan kita dengan syarat dilakukan dengan ketulusan hati dan dilaksanakan di saat yang tepat.

Monabrata adalah meditasi untuk menyucikan pikiran kita, Upawasa untuk mengendalikan 10 indera kita dan mejagra untuk perenungan diri terhadap apa yang telah dilakukan agar menjadi lebih baik.

Meditasi dilakukan di pagi hari (Brahma Murtha) untuk kita lebih kreatif dalam berkarya seperti pepatah ing ngarso sung tuladha, ing madya mangunkarso, tut wuri handayani, lalu meditasi dilakukan siang hari (Wisnu Murtha) untuk menjaga keseimbangan batin dalam kehidupan ini serta meditasi dilakukan sore hari (syiwa murtha) untuk mengubah hal yang kurang baik menjadi lebih baik.

Dia mencontohkan…

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.