Menu

Mode Gelap

kempalansport · 5 Jan 2022 09:35 WIB ·

Formasi 4-2-2-2 Rangnick jadi Penyebab MU Bermain Jelek?


					Salah satu momen pada laga Man United vs Wolves (Reuters) Perbesar

Salah satu momen pada laga Man United vs Wolves (Reuters)

MANCHESTER-KEMPALAN: Manchester United menunjukkan performa yang menyedihkan pada laga melawan Wolverhampton di hari Selasa (4/1) dini hari lalu.

Meski bermain di depan pendukungnya sendiri, di Old Trafford Stadium, Man United justru didominasi oleh Wolves di lapangan.

Selama 90 menit waktu pertandingan, Man United hanya melepaskan dua tembakan on target, sementara sang lawan Wolves mampu melepaskan total 19 tembakan dengan enam diantaranya on target.

Penggunaan formasi 4-2-2-2 milik Rangnick dianggap menjadi penyebab kekalahan MU di laga tersebut. Para pemain terlihat tidak nyaman bermain dengan formasi tersebut sehingga banyak melakukan salah passing di lapangan.

Mantan pemain MU, Rio Ferdinand juga menyebut bahwa pola 4-2-2-2 membuat MU kurang memanfaatkan lebar lapangan. Padahal Ronaldo-Cavani justru sangat memerlukan bola-bola umpan dari area tersebut.

“Keluhan terbesar saya adalah ketika Anda punya Cavani dan Ronaldo di tim, mereka adalah dua penyerang terbaik untuk memanfaatkan umpan bola dari lebar lapangan, dan Anda tak bermain dengan pemain melebar atau yang mampu mengirim bola dari sana, maka itu terasa seperti tugas yang tak ada gunanya.” ungkap Ferdinand di kanal Youtube FIVE.

“Mereka harus dimainkan sesuai kekuatan mereka, seperti Falcao beberapa tahun lalu, kami mendatangkan seseorang yang bagus dalam memanfaatkan bola, tapi tak pernah ada yang memberikan umpan itu. Jadi bagaimana Anda bisa mengharapkan mereka menghasilkan performa bagus?” tambah mantan pemain MU itu.

“Ronaldo bisa melakukan hal lainnya juga, begitu halnya dengan Cavani. Tapi kalau dua dari kekuatan besar mereka adalah ketika diberikan umpan silang, makan kirim bola ke kotak penalti, mainkan lebar lapangan dengan lebih banyak.” imbuh pria berkebangsaan Inggris itu.

“Saya tahu ketika dia (Rangnick) memainkan 4-2-2-2 berarti bek sayap menjadi pemain melebar, tapi Wan-Bissaka bukan pemberi umpan silang. Shaw bisa melakukannya kalau maju, tapi kita bahkan tak punya cukup penguasaan bola melawan Wolves. Cara yang mereka mainkan tidak memberikan mereka kesempatan untuk menempatkan bola ke posisi bagus untuk pemain depan.” tutup Ferdinand.

(Detik, Edwin Fatahuddin)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Lampard jadi Calon Kuat Pelatih Baru Everton

28 Januari 2022 - 09:31 WIB

Tiga Catatan Buruk Timnas di Laga Melawan Timor Leste

28 Januari 2022 - 07:16 WIB

Comeback, Indonesia Tekuk Timor Leste 4-1

28 Januari 2022 - 04:55 WIB

KONI Pusat Beri Apresiasi Tinggi KONI Jatim

27 Januari 2022 - 17:48 WIB

Ketua DPD RI Dukung Jatim Jadi Tuan Rumah PON 2028

27 Januari 2022 - 10:46 WIB

Mancini Ungkap Alasannya Panggil Kembali Balotelli ke Timnas

27 Januari 2022 - 10:07 WIB

Trending di kempalansport