Senin, 15 Juni 2026, pukul : 04:55 WIB
Surabaya
--°C

The Next Gus Dur

Berdirinya NU pada 1926 oleh kakek Gus Dur dipengaruhi oleh beberapa peristiwa internasional. Runtuhnya Turki Usmani membuat pendulum kekuasaan politik Islam bergeser kembali ke jazirah Arab dengan munculnya kekuatan Wahabi di Arab Saudi.

Islam yang lahir dan besar di jazirah Arab bergeser sumbunya ke Iraq, Syria, Iran, Turki, dan Mesir. Selama Perang Dunia Pertama pada 1930-an Arab Saudi menjadi kekuatan politik minor. Setelah Turki Usmani jatuh pada 1924 Arab Saudi bangkit menjadi sumbu baru kekuatan Islam.

Setelah tujuh abad ‘’hilang’’ Islam akhirnya kembali ke pangkuan tempat kelahirannya yang asli di tanah Arab  Saudi. Hal ini kemudian melahirkan gerakan revivalisme, mengembalikan Islam kepada ajarannya yang murni sesuai teks orisinal Alquran dan Hadist.

BACA JUGA  DPP PKB Umumkan 38 Komandan Baru, Siapkan Trah Kemenangan 2029

Kejatuhan  kekhilafahan Turki menjadi bukti melemahnya politik Islam. Berakhirnya kekhilafahan Turki Usmani menjadi akhir sistem pemerintahan yang dibangun berdasarkan formalitas agama. Hal itu menimbulkan respon umat muslim di dunia untuk mencari alternatif dari model-model kepemimpianan umat Islam.

Gerakan Wahabi mencoba mengisi kevakuman itu dengan mengusung misi pemurnian praktik beragama yang dalam pelaksanaannya sering berbenturan dengan praktik budaya sebagai praktik yang umum tetapi dianggap sebagai pencemaran terhadap akidah Islam.

Praktik ziarah kubur, membangun kompleks makam orang-orang suci, dan ritual-ritual ziarah tahunan, adalah praktik tradisional yang dibongkar oleh Wahabi melalui gerakan pemurnian. Gerakan ini mempunyai pengaruh yang kuat di Indonesia sehingga terjadi gesekan antara kalangan tradisionalis dengan modernis.

BACA JUGA  Timnas Voli Putri Indonesia Gagal ke Semifinal Meski Hancurkan Lebanon 3-0

NU lahir di tengah kondisi ketegangan itu. NU berusaha melakukan moderasi dengan berpegang pada mazhab Syafii yang fleksibel tetapi tetap menghormati ‘’Empat Mazhab’’ yang menjadi aliran mainstream dalam Islam dan berusaha mencari jalan tengah yang akomodatif.

Gerakan NU bertujuan untuk melakukan amal, pendidikan, memajukan pertanian dan perdagangan. Selain, persoalan menekankan kepentingan agama NU juga berperan aktif dalam agenda-agenda transformasi sosial, ekonomi, politik, dan pendidikan.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.