Kamis, 30 April 2026, pukul : 05:05 WIB
Surabaya
--°C

Mengapa Kebenaran Harus Diungkap?

Hamid Abud Attamimi

Aktivis Dakwah dan Pendidikan, tinggal di Cirebon

KEMPALAN: Salah satu sifat utama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam adalah Tabligh, yaitu menyampaikan apapun yang datang atau diwahyukan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, pun sebaliknya Rasulullah tak mungkin menyampaikan sesuatu yang tidak ada pengetahuan tersebut padanya (Ghaib).

Maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala menegaskan dalam firman-NYA pada Surat Al-An-aam ayat 50:

قُلْ لَّآ اَقُوْلُ لَكُمْ عِنْدِيْ خَزَاۤىِٕنُ اللّٰهِ وَلَآ اَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَآ اَقُوْلُ لَكُمْ اِنِّيْ مَلَكٌۚ اِنْ اَتَّبِعُ اِلَّا مَا يُوْحٰٓى اِلَيَّۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الْاَعْمٰى وَالْبَصِيْرُۗ اَفَلَا تَتَفَكَّرُوْنَ ࣖ

Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku.” Katakanlah, “Apakah sama antara orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu tidak memikirkan (nya)?”

Bahkan Imam ar-Razi pernah menukil riwayat dari Aisyah Radhiallahu Anha yang menyatakan, siapa pun yang menyangka bahwa Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam telah menyembunyikan sebagian wahyu yang diterimanya, maka sesungguhnya itu adalah sebesar-besar kebohongan pada Allah.

Demikianlah tugas Kerassulan, maka sejatinya demikian pulalah sejatinya tugas kita sebagai Ummat Muhammad, secara tegas Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam mengungkap harapannya dalam Hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari:

“Sampaikanlah dariku, walau hanya satu ayat.”

Mengungkap atau mengungkapkan dalam Bahasa Indonesia mempunyai banyak padanan kata seperti melahirkan, menunjukkan, membuktikan, memaparkan, menerangkan atau menguraikan, kesemuanya bisa dilakukan baik dengan perkataan, tulisan, gerakkan badan bahkan sekedar air muka.

Kesemuanya bertujuan agar apa yang sebelumnya tidak difahami atau diketahui, menjadi jelas dan terbuka.

Sampai disini menjadi mafhumlah kita tentang betapa mulianya tugas mengungkapkan sesuatu, apalagi hal tersebut menyangkut sebuah Kebenaran.

Jika Kebenaran dibiarkan tetap tersembunyi atau bahkan terindikasi disembunyikan, tentu sangat memprihatinkan, karena ini menyangkut tentang maslahat, sekalipun cuma bagi sedikit orang.

Apapun pertimbangannya, pastilah mudharatnya lebih besar gegara tak bersedia mengungkap kebenaran, apatah lagi jika semata untuk melindungi seseorang atau sekelompok orang.

Jika hal itu menyangkut sebuah perkara Pidana, maka tak mengungkap apa yang sejatinya diketahui bisa berdampak pada kategori melakukan persekongkolan.

Kita fahami bahwa Kebenaran Mutlak hanya berasal dan milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala, untuk itu tak boleh ada keraguan sedikitpun. Adapun apa yang dari manusia tetap harus mengedepankan klarifikasi(Tabayyun), tetapi jika semua prosedur telah dilalui dan semua fakta jelas adanya maka tak boleh ragu sedikitpun, sebab Kebenaran adalah Suluh atau Pelita yang memberikan penerangan.

Adakah kita lebih suka pada kegelapan, atau rela membiarkan saudara kita tetap berkubang dalam gelap???

Al Qur’an mengungkap siapakah mereka yang mempunyai karakter menyembunyikan kebenaran, memutar-balikkan fakta:

اَلَّذِيْنَ اٰتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يَعْرِفُوْنَهٗ كَمَا يَعْرِفُوْنَ اَبْنَاۤءَهُمْ ۗ وَاِنَّ فَرِيْقًا مِّنْهُمْ لَيَكْتُمُوْنَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ

Orang-orang yang telah Kami beri Kitab (Taurat dan Injil) mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Sesungguhnya sebagian mereka pasti menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui(nya). (Q.S.Al Baqarah:146)

يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ لِمَ تَلْبِسُوْنَ الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوْنَ الْحَقَّ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ࣖ

Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan, dan kamu menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui? (Q.S.Ali Imran:71)

Semoga kita tidak pernah dan tidak akan pernah seperti mereka, Naudzubillah, yang menyembunyikan Kebenaran semata karena tidak sesuai dengan kepentingan kita, dan menganggap itulah sikap terbaik untuk melindungi diri.
Sebaik-baik perlindungan adalah Perlindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan semoga Allah berikan kita kekuatan untuk istiqomah dalam Kebenaran dan mencintai mereka yang membela Kebenaran.. Aamiin. (*)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.