Senin, 25 Mei 2026, pukul : 17:09 WIB
Surabaya
--°C

Rusia Khawatir dengan Keberadaan NATO di Ukraina

Ilustrasi Konflik Ukraina-Rusia-ClimateHomeNews

MOSKOW-KEMPALAN: Pihak Kremlin mengatakan bahwa mereka merasa khawatir dan gelisah karena negara-negara Barat sedang bergerak secara cepat untuk memberikan suplai berupa senjata canggih dan lainnya ke Ukraina. Klaimnya adalah bahwa senjata tersebut akan digunakan oleh Ukraina untuk menyerang Rusia.

Juru bicara pemerintah Rusia yaitu Dmitry Peskov memberikan komentarnya pada Senin (22/11) bahwa di tengah-tengah semakin tereskalasinya konflik yang ada antara Rusia-Ukraina, kedua pihak kemudian sama-sama saling menuduh adanya upaya mobilisasi pasukan militernya ke perbatasannya.

“Ukraina pada saat ini sedang membangun pasukannya dan sedang dibantu, diberi suplai dengan persenjataan yang sangat banyak dan canggih oleh negara-negara Barat” ucap Peskov.

“Provokasi yang ada terus menerus tumbuh secara signifikan. Dan kemudian, provokasi tersebut dibarengi dengan adanya pemberian senjata oleh negara-negara anggota NATO. Kami mengamati gerak-gerik semuanya sembari khawatir serta gelisah” ucap tambahnya.

BACA JUGA  Iran Tolak Ultimatum Trump soal Uranium, Teheran Pilih Perang Lawan Israel dan AS

Beberapa negara-negara NATO seperti misalnya AS dan Britania Raya memang memberikan suplai senjata canggih miliknya ke Ukraina dan negara-negara anggota lainnya.

Salah satu tujuan dari pemberian senjata NATO ke Ukraina adalah untuk dapat melindungi teritorial Ukraina dari semua adanya kecenderungan agresi dari Rusia.

Di sisi lain, Ukraina juga mengatakan bahwa pihaknya sedang sangat bersiap-siap dalam menghadapi serangan dari Rusia.

Kemudian juga AS dan NATO telah memberikan komentarnya terhadap permasalahan tersebut, terlebih lagi dengan adanya pergerakan yang mencurigakan dari pasukan militer Rusia.

Kepala Militer Intelijen Ukraina mengatakan bahwa pada saat ini Rusia memiliki lebih dari 92,000 pasukan yang berada di perbatasan Ukraina dan dikabarkan akan siap menyerang pada akhir bulan Januari atau Februari awal mendatang.

BACA JUGA  Iran Tolak Ultimatum Trump soal Uranium, Teheran Pilih Perang Lawan Israel dan AS

(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.