Menu

Mode Gelap

kempalanmanca · 23 Nov 2021 01:20 WIB ·

Rusia Khawatir dengan Keberadaan NATO di Ukraina


					Ilustrasi Konflik Ukraina-Rusia-ClimateHomeNews Perbesar

Ilustrasi Konflik Ukraina-Rusia-ClimateHomeNews

MOSKOW-KEMPALAN: Pihak Kremlin mengatakan bahwa mereka merasa khawatir dan gelisah karena negara-negara Barat sedang bergerak secara cepat untuk memberikan suplai berupa senjata canggih dan lainnya ke Ukraina. Klaimnya adalah bahwa senjata tersebut akan digunakan oleh Ukraina untuk menyerang Rusia.

Juru bicara pemerintah Rusia yaitu Dmitry Peskov memberikan komentarnya pada Senin (22/11) bahwa di tengah-tengah semakin tereskalasinya konflik yang ada antara Rusia-Ukraina, kedua pihak kemudian sama-sama saling menuduh adanya upaya mobilisasi pasukan militernya ke perbatasannya.

“Ukraina pada saat ini sedang membangun pasukannya dan sedang dibantu, diberi suplai dengan persenjataan yang sangat banyak dan canggih oleh negara-negara Barat” ucap Peskov.

“Provokasi yang ada terus menerus tumbuh secara signifikan. Dan kemudian, provokasi tersebut dibarengi dengan adanya pemberian senjata oleh negara-negara anggota NATO. Kami mengamati gerak-gerik semuanya sembari khawatir serta gelisah” ucap tambahnya.

Beberapa negara-negara NATO seperti misalnya AS dan Britania Raya memang memberikan suplai senjata canggih miliknya ke Ukraina dan negara-negara anggota lainnya.

Salah satu tujuan dari pemberian senjata NATO ke Ukraina adalah untuk dapat melindungi teritorial Ukraina dari semua adanya kecenderungan agresi dari Rusia.

Di sisi lain, Ukraina juga mengatakan bahwa pihaknya sedang sangat bersiap-siap dalam menghadapi serangan dari Rusia.

Kemudian juga AS dan NATO telah memberikan komentarnya terhadap permasalahan tersebut, terlebih lagi dengan adanya pergerakan yang mencurigakan dari pasukan militer Rusia.

Kepala Militer Intelijen Ukraina mengatakan bahwa pada saat ini Rusia memiliki lebih dari 92,000 pasukan yang berada di perbatasan Ukraina dan dikabarkan akan siap menyerang pada akhir bulan Januari atau Februari awal mendatang.

(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pfizer Sebut Vaksin Booster Efektif Lawan Varian Omicron

9 Desember 2021 - 01:37 WIB

Pfizer-IDXChannel

Jenderal Tinggi India, Istri dan 11 Orang Lainnya Meninggal dalam Kecelakaan Helikopter

9 Desember 2021 - 01:06 WIB

Jenderal Bipin Rawat-CNN

Olaf Scholz Resmi menjadi Kanselir Jerman, Janji untuk “Mulai dari Awal”

9 Desember 2021 - 00:48 WIB

Olaf Scholz-DW

Australia Gabung AS untuk Boikot Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

9 Desember 2021 - 00:35 WIB

Scott Morrison-CNN

Biden Ancam Putin dengan Sanksi “Kuat” jika Serang Ukraina

9 Desember 2021 - 00:13 WIB

Biden-DW

India dan Rusia Teken Kerja Sama Perdagangan dan Senjata

8 Desember 2021 - 00:31 WIB

Narendra Modi-BBC
Trending di kempalanmanca