CARACAS-KEMPALAN: Partai dari Presiden Nicolas Maduro yaitu United Socialist Party of Venezuela beserta aliansinya telah menang besar dalam adanya pemilihan kepada daerah untuk pertama kalinya sejak empat tahun silam.
Pada hari Minggu (21/11), telah terjadi pemilihan untuk memilih gubernur dan walikota di Venezuela. Pemilihan tersebut memancing banyaknya pengamatan terlebih lagi dari Eropa dalam rangka untuk melihat adanya kecenderungan kebangkitan Venezuela dari krisis ekonomi.
Kemudian hasilnya, partai Nicolas Maduro beserta aliansinya telah memenangi 20 dari 23 posisi gubernur yang ada di Venezuela.
“Kemenangan yang sangat impresif. Kami harus merayakannya” ucap Nicolas Maduro.
Aliansi oposisi yang ada hanya memenangi tiga posisi yang ada, namun hampir semuanya merupakan kota penting dan besar. Seperti misalnya kota Zulia yang merupakan kota dengan kekayaan minyak dan menjadi kota dengan populasi terbesar di Venezuela.
Pada pemilihan kepala daerah sebelumnya pada tahun 2017, aliansi dari partai Nicola Maduro hanya memenangi 19 posisi gubernur.
Dalam menanggapi hal tersebut, Pihak Pengawas dari Uni Eropa yaitu Isabel Santis mengatakan bahwa pemilihan tersebut berjalan dengan lancar.
Namun, salah satu tokoh oposisi yang ada yaitu Henrique Capriles tetap menuduh adanya upaya dari rezim Maduro dalam melakukan kecurangan.
Capriles mengatakan bahwa kotak suara masih dibuka meskipun telah melewati batas waktu yang ada dan meskipun sudah tidak ada yang antre.
“Mereka akan memasukkan vote dari yang tidak ada dan datang di sana” ucap tuduhnya.
Venezuela telah selama 8 tahun mengalami resesi ekonomi secara berturut-turut serta hiperinflasi yang mencapai 3000% pada tahun 2020.
(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi