Menu

Mode Gelap

kempalanalisis · 20 Nov 2021 12:24 WIB ·

Utak Atik Pilpres 2024: Antara Idealis dan Realistis


					ilustrasi Perbesar

ilustrasi

Oleh: Dr. Sirikit Syah (Wartawati Senior, Pengajar Ilmu Komunikasi)

KEMPALAN: Ini suara emak-emak, bisa mewakili kaum perempuan dewasa. Kebetulan sang emak ini juga seorang doktor, sehingga boleh juga dibilang mewakili kalangan intelekual. Berikut ini pemikiran saya mengenai pemimpin Indonesia 2024, sebuah pilihan antara yang idealis atau realis, atau gabungan keduanya.

Pasangan Lelaki-Perempuan
Banyak lelaki yang bisa dipasangkan, tetapi perempuannya hanya satu, yaitu Puan Maharani. Sekarang Puan sudah memiliki pasangan tetap, yaitu Prabowo Subianto. Tapi ibarat pepatah “belum ada janur melengkung”, kondisi masih bisa berubah.

Pasangan ini tidak memiliki anasir idealistis. Yang ada realistis (Puan) dan tidak realistis (Prabowo). PM realistis karena voters-nya pasti banyak, dari partai besar dan berkuasa.

Lalu, mengapa saya katakan sosok Prabowo tidak realistis? Karena, siapa yang akan memilih capres yang gagal tiga kali berturut-turut? Siapa yang tidak bosan melihatnya berkampanye? Siapa yang masih mendukungnya setelah dia bergabung dengan rezim yang menjadi lawan politiknya dalam Pemilu 2019?

Bila berharap pasangan lelaki-perempuan yang mungkin akan disukai rakyat Indonesia, Puan harus disandingkan dengan lelaki lain.

Dengan Ganjar Pranowo? Ini tidak mungkin, karena mereka berasal dari satu partai. Mungkin dengan Tito Karnavian? Ini pasangan realisti-realistis.

Selain memiliki kapabilitas yang sudah terbukti dan teruji, Tito sangat popular. Meskipun dia tidak memiliki partai, dia sudah menanamkan jaringannya di hampir seluruh dearah di Indonesia (mayoritas kepala daerah adalah polisi, mantan anak buah atau junior Tito).

Pasangan TK-PM atau PM-TK ini memiliki kemungkinan meraih banyak suara rakyat.

Pasangan Tua-Muda
Prabowo dan Puan adalah salah satu contoh pasangan beda usia. Namun seperti dibahas di atas, ini kurang realistis. Bila tetap ingin Puan sebagai wakil kaum muda, yang tua/berpengalaman dan agak realistis bisa Luhut Binsar Panjaitan. Tapi LBP sudah menanam banyak kekesalan di hari rakyat. Ini menjadi kurang realistis.

Pasangan Sipil-Militer
Anies Baswedan, sosok yang memiliki anasir idealistis (karena kapabilitas dan elektabilitasnya), bisa saja dipasangkan dengan Agus Yudhoyono atau Gatot Nurmantyo. Ini sebetulnya sangat ideal untuk membangun Indonesia ke depan. Ini akan merupakan pasangan yang ideal.

Namun, ini tidak realistis karena AHY minim pengalaman dan elektabilitasnya rendah, sementara GM yang kaya pengalaman tak cukup menanamkan militanisme di hati rakyat. Belum lagi, dia tak memiliki partai, sehingga pasangan AB-GM tak memiliki dukungan konkret.

Selain itu, akan banyak musuh yang akan menjegalnya, dari kalangan militer sendiri.

Next: Pasangan lelaki-lelaki 

Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Maksud Baik Risma

4 Desember 2021 - 13:19 WIB

Dudung Cocoke Ulama Opo Jenderal Medsos

4 Desember 2021 - 05:28 WIB

Mari Pangur Untu dan Kursus Dadi Matador

3 Desember 2021 - 06:16 WIB

Penyidik yang Tak Pupus

1 Desember 2021 - 13:48 WIB

Kepepet, Erick Thohir Mbanser + Nyokot Jokowi

1 Desember 2021 - 06:19 WIB

Banser Itu Elit

29 November 2021 - 15:06 WIB

Trending di kempalanalisis